1. Yang harus dilakukan guru dalam membuat pembelajaran untuk peserta didik yang mengalami kesulitan menghitung atau diskalkulia adalah ...
a. Menghubungkan materi dengan kehidupan sehari hari. Misal, berapa jumlah piring makan yang harus disiapkan untuk seluruh anggota keluarga, berapa banyak seragam yang dia gunakan dalam seminggu, dan berapa sepatu yang akan dipakai anak untuk bepergian
b. Metode menulis bersambung dengan cara setiap kata ditulis dalam huruf balok lalu huruf balok tersebut dihubungkan dengan garis menggunakan pensil warna, lalu anak mencoba menelusuri huruf utama dan garis sambungnya
c. Menyebutkan huruf pada anak sambil menunjukan gambar cara cara menulisnya. Anak kemudian diberi lembar yang berisikan huruf untuk ditulis ulang atau dijiplak yang secara beurutan ketebalan dari huruf yang harus dijiplak dikurangi lalu berubah menjadi titik titik
d. Anda bisa mengajak peserta didik bermain kata yang berhubungan satu sama lain. Awali dengan pemilihan kata-kata yang mudah diucapkan dan bisa dikombinasikan dengan aktivitas lain. Misalnya menuliskannya di pasir, kertas, dan sebagainya
e. Mencari gambar dan susun dengan huruf balok. Sebagai contoh, minta anak untuk menemukan gambar gajah, lalu lanjutkan dengan menyusun huruf-huruf pembentuk kata “gajah” dengan huruf balok
Jawaban: A
Pembahasan:
Cara melatih diskalkulia:
- Melatih ingatan dengan sering menyanyikan angka-angka.
- Tuangkan konsep matematika secara tertulis di atas kertas agar peserta didik mudah melihatnya.
- Visualisasikan konsep matematika yang sulit dimengerti melalui gambar.
- Praktikkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Misal, berapa jumlah piring makan yang harus disiapkan untuk seluruh anggota keluarga, berapa banyak seragam yang dia gunakan dalam seminggu, dan berapa sepatu yang akan dipakai anak untuk bepergian
2. Langkah penyajian materi yang sesuai dengan prinsip belajar Ausubel dalam menyajikan materi adalah …
a. Merancang materi dari khusus menuju umum
b. Merancang materi dari umum ke materi spesifik
c. Merancang materi kontekstual
d. Merancang materi yang mengaktifkan siswa dalam berpikir induktif
e. Menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan
Jawaban: B
Pembahasan:
Di dalam menerapkan teori Ausubel dalam belajar, terdapat prinsip-prinsip yang harus diperhatikan, sebagai berikut:
1. Pengaturan awal (advance organizer)
Pengaturan awal mengarahkan siswa ke materi yang akan dipelajari dan mengingatkan siswa pada materi sebelumnya yang dapat digunakan untuk membantu guru dalam menanamkan konsep baru.
2. Diferensiasi progresif
Pengembangan kosep berlangsung paling baik jika unsur-unsur yang paling umum, paling inklusif dari suatu konsep diperkenalkan terlebih dahulu, baru kemudian diberikan hal-hal yang lebih spesifik dan khusus dari konsep tersebut.
3. Belajar superordinat
Selama informasi diterima dan diasosiasikan dengan konsep dalam struktur kognitif (subsumsi), maka konsep tersebut tumbuh dan mengalami diferensiasi. Belajar superordinat dapat terjadi apabila konsep-konsep yang telah dpelajari sebelumnya dikenal sebagai unsur-unsur dari sebuah konsep yang lebih luas dan lebih inklusif.
4. Penyesuaian integratif (rekonsiliasi integratif)
Guru harus mampu memperlihatkan secara eksplisit bagaimana arti-arti baru dibandingkan dan dipertentangkan dengan arti-arti sebelumnya yang lebih sempit, dan bagaimana konsep-konsep yang tingkatannya lebih tinggi selanjutnya mengambil arti baru.
Beberapa prinsip teori Ausubel:
1. Proses belajar akan terjadi jika seseorang mampu mengasimilasikan pengetahuan yang tlah dimilikinya dengan pengetahuan baru
2. Proses belajar akan terjadi melalui tahap-tahap memperhatikan stimulus, memamahi makna stimulus, menyimpan dan menggunakan informasi yang sudah dipahami
3. Siswa lebih ditekankan unuk berpikir secara deduktif (konsep advance organizer)
3. Berikut adalah penerapan dari teori belajar Bandura yang bisa dilakukan guru adalah …
a. Guru meminta peserta didik untuk belajar melalui meniru
b. Memberikan pembiasaan (conditioning) dalam pembelajaran yang diikuti dengan stimulus penguatan
c. Mengadakan pembelajaran yang menekankan peserta didik belajar melalui interaksi sosial dengan individu lain
d. Menekankan peserta didik untuk rajin belajar melalui latihan dan pengulangan
e. Belajar adalah proses mengaitkan informasi baru dengan konsep-konsep yang relevan dan terdapat dalam struktur kognitif seseorang
Jawaban: A
Pembahasan:
Bandura: guru meminta peserta didik untuk belajar melalui meniru
Pavlov: memberikan pembiasaan (conditioning) dalam pembelajaran yang diikuti dengan stimulus penguatan
Vigotsky: mengadakan pembelajaran yang menekankan peserta didik belajar melalui interaksi sosial dengan individu lain
Thorndike: menekankan peserta didik untuk rajin belajar melalui latihan dan pengulangan
Ausubel: belajar adalah proses mengaitkan informasi baru dengan konsep-konsep yang relevan dan terdapat dalam struktur kognitif seseorang
4. Perhatikan pernyataan berikut!
1) Individu dapat mencapai logika dan rasio serta dapat menggunakan abstraksi
2) Individu telah mengkombinasikan dan mentransformasikan berbagai informasi
3) Individu mulai mampu memecahkan persoalan-persoalan yang bersifat hipotesis
4) Individu mulai mampu membuat pikiran di masa depan
Dari pernyataan di atas yang merupakan karakteristik tahap operasional formal ditunjukkan oleh nomor ...
a. 1 dan 4
b. 1, 2, dan 3
c. 2, 3, dan 4
d. 1, 3, dan 4
e. 2 dan 3
Jawaban: D
Pembahasan:
Yang merupakan karakteristik tahap operasional formal ditunjukkan oleh nomor 1, 3, dan 4.
5. Berikut dijelaskan langkah-langkah penyusunan soal-soal HOTS, yang tidak termaksud langkah-langkah penyusunan soal-soal HOTS adalah ...
a. Menganalisis KD yang dapat dibuat soal-soal HOTS
b. Menyusun kisi-kisi soal
c. Memilih stimulus yang menarik dan kontekstual
d. Menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal
e. Menulis kunci jawaban
Jawaban: E
Pembahasan:
Cara membuat soal HOTS harus mengikuti langkah-langkah berikut ini:
- Menganalisis kompetensi dasar yang dapat dibuat soal-soal HOTS.
- Menyusun kisi-kisi soal.
- Memilih stimulus yang menarik dan kontekstual.
- Menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal.
- Membuat rubrik.
6. Berikut merupakan implikasi dari teori belajar dari Thorndike dalam pembelajaran adalah …
a. Menggunakan contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu memanfaatkan alat peraga dari alam sekitar akan lebih dihayati
b. Metode pemberian tugas, metode latihan (drill dan practice) akan lebih cocok untuk penguatan dan hafalan
c. Materi disusun dari materi yang mudah, sedang, dan sukar sesuai dengan tingkat kelas, dan tingkat sekolah dalam penyusunan kurikulum
d. Penguasaan materi yang lebih mudah sebagai akibat untuk dapat menguasai materi yang lebih sukar
e. Guru menggunakan media benda konkret agar peserta didik lebih mudah memahaminya
Jawaban: B
Pembahasan:
A: Ausubel, belajar bermakna
B: Thorndike, belajar melalui kesiapan, latihan dan pengulangan dari yang mudah menuju sulit
C: Hull dan Bandura
D: Vigotsky
E: Jean Piaget
7. Perhatikan langkah langkah sebagai berikut!
1. Sebelum memulai proses belajar mengajar, pendidik harus memastikan siswanya siap mengikuti pembelajaran tersebut.
2. Pembelajaran yang diberikan sebaiknya berupa pembelajaran yang kontinu.
3. Penyajian materi seharusnya menekankan kebermaknaan materi tersebut bagi siswa artinya materi dan media bisa digunakan dari lingkungan sekitar siswa
4. Dalam proses belajar, pendidik hendaknya menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan, contoh dan soal latihan yang diberikan tingkat kesulitannya bertaha.
5. Pengulangan terhadap penyampaian materi dan latihan, dapat membantu siswa mengingat materi terkait lebih lama
Yang bukan merupakan tindakan guru dalam menerapkan teori pembelajaran Thorndike adalah ...
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
Jawaban: C
Pembahasan:
Thorndike menemukan hukum-hukum belajar:
- Law of readiness (kesiapan), yaitu semakin siap suatu organisme memperoleh suatu perubahan tingkah laku, maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat.
- Hukum law of readiness adalah jika kecenderungan bertindak dan orang melakukannya, maka ia akan merasa puas. Akibatnya, ia tak akan melakukan tindakan lain.
- Hukum law of exercise (latihan), yaitu semakin sering tingkah laku diulang/dilatih (digunakan), maka asosiasi tersebut akan semakin kuat.
- Law of effect (akibat), yaitu hubungan stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan.
Implikasi pembelajaran Thorndike:
- Sebelum memulai proses belajar mengajar, pendidik harus memastikan siswanya siap mengikuti pembelajaran tersebut. Jadi setidaknya ada aktivitas yang dapat menarik perhatian siswa untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.
- Pembelajaran yang diberikan sebaiknya berupa pembelajaran yang kontinu, hal ini dimaksudkan agar materi lampau dapat tetap di ingat oleh siswa.
- Dalam proses belajar, pendidik hendaknya menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan, contoh dan soal latihan yang diberikan tingkat kesulitannya bertahap, dari yang mudah sampai yang sulit. Hal ini agar siswa mampu menyerap materi yang diberikan.
- Pengulangan terhadap penyampaian materi dan latihan, dapat membantu siswa mengingat materi terkait lebih lama.
8. Perhatikan pernyataan berikut!
1) Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu pembelajaran efektif, dan waktu pembelajaran efektif (per minggu).
2) Menelaah kalender pendidikan dan ciri khas satuan pendidikan berdasarkan kebutuhan tingkat satuan pendidikan.
3) Menghitung jumlah Hari Belajar Efektif (HBE) dan Jam Belajar Efektif (JBE) setiap bulan dan semester dalam satu tahun.
4) Mendistribusikan alokasi waktu yang disediakan untuk suatu subtema serta mempertimbangkan waktu untuk penilaian serta review materi.
5) Menghitung Jumlah Jam Pembelajaran (JP) sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada struktur kurikulum yang berlaku.
Prosem adalah bentuk penjabaran dari prota yang memuat gambaran pembelajaran dan pencapaian yang ingin diraih selama satu semester. Dengan adanya prosem ini, mempermudah dalam menuntaskan mata pelajaran yang di ampu. Langkah-langkah pembuatan prosem yang tepat yaitu …
a. 2, 1, 3, 5, dan 4
b. 2, 3, 1, 4. dan 5
c. 2, 1, 4, 5, dan 3
d. 2, 3, 4,1, dan 5
e. 2, 4, 3, 5, dan 1
Jawaban: A
Pembahasan:
1) Menelaah kalender pendidikan dan ciri khas satuan pendidikan berdasarkan kebutuhan tingkat satuan pendidikan.
2) Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu pembelajaran efektif, dan waktu pembelajaran efektif (per minggu). Hari-hari libur meliputi:
- Jeda tengah semester
- Jeda antarsemester• Libur akhir tahun pelajaran
- Hari libur keagamaan
- Hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional
- Hari libur khusus
- Kegiatan khusus satuan pendidikan
3) Menghitung jumlah Hari Belajar Efektif (HBE) dan Jam Belajar Efektif (JBE) setiap bulan dan semester dalam satu tahun.
4) Menghitung Jumlah Jam Pembelajaran (JP) sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada struktur kurikulum yang berlaku.
5) Mendistribusikan alokasi waktu yang disediakan untuk suatu subtema serta mempertimbangkan waktu untuk penilaian serta review materi
9. Reinforcement dalam pembelajaran untuk memotivasi peserta didik yang sudah tuntas dan yang belum dilakukan dalam kegiatan pembelajaran disebut ...
a. Refleksi
b. Remedial
c. Feedback
d. Penilaian
e. Pengayaan
Jawaban: C
Pembahasan:
- Feedback atau umpan balik itu terdiri dari Reinforsment, Punishment.
- Refleksi pembelajaran adalah suatu komponen kegiatan yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran dengan tujuan untuk menilai dan menganati apa yang telah terjadi selarna pembelajaran. Contoh mencermati kembali video pembelajaran yang telah dilaksanakan mencermati catatan harian dan jurmal pembelajaran
- Remidial = pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar.
10. Seorang anak lebih suka bertanya langsung saat mendapatkan informasi, senang bercerita dan berdiskusi, cenderung senang mendengarkan cerita atau sesuai yang dibacakan dalam bentuk cerita. Baginya ini sangat menarik, sehingga ingin selalu didengar. Hal tersebut menunjukkan anak tersebut memiliki tipe belajar …
a. Visual
b. Kinestetik
c. Analitik
d. Auditory
e. Global
Jawaban: D
Pembahasan:
Tipe belajar anak:
1. Gaya belajar secara visual memiliki kemampuan belajar dengan cara melihat. Gaya belajar ini akan lebih banyak menggunakan indera pengelihatan dengan tajam dan teliti, sehingga perlu diberikan beberapa contoh secara nyata tentang berbagai materi.
2. Kinestetik tipe yang melibatkan gerak tubuh atau kinestetik. Anak tipe ini senang dengan kegiatan olah tubuh seperti olahraga, permainan, dan sebagainya.
3. Gaya belajar analitik memiliki sebuah kemampuan dalam memandang sesuatu cenderung ditelaah terlebih dahulu secara teliti dan terinci serta mengerjakan segala sesuatu secara bertahap.
4. Tipe auditori senang mendengarkan berbagai informasi. Mereka lebih mudah mencerna informasi yang berbentuk dialog, nada, atau segala informasi yang bisa ditangkap melalui indera pendengaran.
11. Guru kelas tiga menjelaskan materi pembelajaran tentang ciri-ciri hewan mamalia dengan memberikan contoh berbagai hewan mamalia. Menurut Gagne, pembelajaran yang relevan dengan pembelajaran tersebut adalah …
a. Belajar stimulus dan respon
b. Belajar rangkaian
c. Belajar rangkaian verbal
d. Belajar mebedakan
e. Belajar pembentukan konsep
Jawaban: E
Pembahasan:
- Belajar isyarat
Belajar isyarat mirip dengan conditioned respons atau respon bersyarat. Seperti menutup mulut dengan telunjuk, isyarat mengambil sikap tidak bicara. Lambaian tangan, isyarat untuk datang mendekat. Menutup mulut dan lambaian tangan adalah isyarat, sedangkan diam dan datang adalah respons.
- Belajar stimulus respon
Berbeda dengan belajar isyarat, respons bersifat umum, kabur dan emosional. Tipe belajar S – R, respons bersifat spesifik. 2 x 3 = 6 adalah bentuk suatu hubungan S-R. Mencium bau masakan sedap, keluar air liur.
- Belajar rangkaian (chaining)
Rangkaian atau rantai dalam chaining adalah semacam rangkaian antar S-R yang bersifat segera. Hal ini terjadi dalam rangkaian motorik, seperti gerakan dalam mengikat sepatu, makan, minum, atau gerakan verbal seperti selamat tinggal, bapak-ibu.
- Belajar asosiasi verbal (verbal association).
Suatu kalimat “unsur itu berbangun limas” adalah contoh asosiasi verbal. Seseorang dapat menyatakan bahwa unsur berbangun limas kalau ia mengetahui berbagai bangun, seperti balok, kubus, atau kerucut. Hubungan atau asosiasi verbal terbentuk jika unsur-unsurnya terdapat dalam urutan tertentu, yang satu mengikuti yang lain
- Belajar membedakan (discrimination).
Tipe belajar ini adalah pembedaan terhadap berbagai rangkaian. Seperti membedakan berbagai bentuk wajah, waktu, binatang, atau tumbuh-tumbuhan
- Belajar konsep (concept learning).
Konsep merupakan simbol berpikir. Hal ini diperoleh dari hasil membuat tafsiran terhadap fakta. Dengan konsep dapat digolongkan binatang bertulan belakang menurut ciri-ciri khusus (kelas), seperti kelas mamalia, reptilia, amphibia, burung, ikan. Dapat pula digolongkan, manusia berdasarkan ras (warna kulit) atau kebangsaan, suku bangsa atau hubungan keluarga. Kemampuan membentuk konsep ini terjadi jika orang dapat melakukan diskriminasi.
- Belajar aturan (rule learning)
Hukum, dalil atau rumus adalah rule (aturan). Tipe belajar ini banyak terdapat dalam semua pelajaran di sekolah, seperti benda memuai jika dipanaskan, besar sudut dalam segitiga sama dengan 180 derajat.
- Belajar pemecahan masalah (problem solving learning)
Memecahkan masalah adalah biasa dalam kehidupan. Ini merupakan pemikiran.
12. Bu Ani mengajar materi pengukuran luas bangun datar ke peserta didik. Setelah mengajar, bu Ani akan mengevaluasi kemampuan peserta didik dalam menguasai materi pengukuran geometri. Langkah-langkah yang harus dilakukan bu Ani untuk menilai kemampuan peserta didik dalam materi tersebut adalah ...
a. Membaca materi, menyusun instrumen penilaian tes wawnacara, mewancarai peserta didik, menilai hasil wawancara peserta didik, dan menyusun laporan hasil penilaian
b. Menyusun lembar observasi, membaca materi, menilai hasil kerja peserta didik, dan menyusun hasil
c. Menyusun instrumen penilaian tertulis, mengujikan soal ke peserta didik, menilai hasil kerja peserta didik, dan menyusun laporan hasil penilaian
d. Menyusun instrumen wawancara, membaca materi, menyajikan ke peserta didik, menilai hasil peserta didik, dan membuat laporan
e. Membaca materi, menyusun instrumen lembar jurnal, menyajikan ke peserta didik, menilai hasil kerja peserta didik, dan menyusun laporan hasil penilaian
Jawaban: C
Pembahasan
A, D, dan E untuk menilai sikap
B untuk menilai keterampilan praktik
C untuk menilai pengetahuan
13. Anak bisa menentukan ciri-ciri kotak kapur namun belum bisa menyebutkan ciri-ciri kubus. Menurut Jean Piaget termasuk kedalam tahap ...
a. Praoperasional
b. Operasional formal
c. Operasional konkret
d. Sensorimotorik
e. Praformal
Jawaban: C
Pembahasan:
Piaget membagi perkembangan peserta didik ke dalam 4 periode yaitu:
1. Periode sensorimotorik (0-2 tahun). Pada periode ini tingksh laku anak bersifat motorik dan anak menggunakan system penginderaan untuk mengenal lingkungannya untu mengenal obyek
2. Periode praoperasional (2-7 tahun) pada periode ini anak bisa melakukan sesuatu sebagai hasil meniru atau mengamati sesuatu model tingkah laku dan mampu melakukan simbolisasi.
3. Periode operasional konkret (7-12 tahun). Pada periode ini anak sudah mampu menggunakan operasi. Pemikiran anak tidak lagi didominasi oleh persepsi, sebab anak mampu memecahkan masalah secara logis namun masih terbatas pada ranah konkret, belum bisa untuk hal hal yang bersifat abstrak.
4. Periode operasional formal (12 - dewasa). Periode operasi fomal merupakan tingkat puncak perkembangan struktur kognitif, anak remaja mampu berpikir logis untuk semua jenis masalah hipotesis, masalah verbal, dan ia dapat menggunakan penalaran ilmiah, kemampuan abstraksi berkembang dan dapat menerima pandangan orang lain.
14. Perhatikan kegiatan berikut ini!
1. Melakukan diagnosis kesulitan belajar
2. Memilih dan merancang kegiatan remedial sesuai dengan masalah dan faktor penyebab kesulitan serta karakteristik siswa
3. Merencanakan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan remedial
4. Menentukan jenis, prosedur, dan alat penilaian untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa
5. Menemukan penyebab kesulitan dan solusi penyelesaian
6. Merumuskan kompetensi atau tujuan pembelajaran
7. Melaksanakan kegiatan remedial
8. Menilai kegiatan remedial
9. Menentukan materi pelajaran sesuai dengan komptensi atau tujuan yang telah dirumuskan
Urutan langkah yang benar dalam melakukan kegiatan remidial adalah ...
a. 1, 5, 6, 9, 2, 4, 3, 7, 8
b. 1, 5, 6, 9, 3, 4, 2, 7, 8
c. 1, 5, 6, 9, 3, 2, 4, 7, 8
d. 1, 5, 6, 9, 2, 3, 4, 7, 8
e. 7, 5, 6, 9, 2, 3, 4, 1, 8
Jawaban: D
Langkah langkah kegiatan remidial adalah:
1. Melakukan diagnosis kesulitan belajar
2. Menemukan penyebab kesulitan dan solusi penyelesaian
3. Merencanakan remidial
a. Merumuskan kompetensi atau tujuan pembelajaran
b. Menentukan materi pelajaran sesuai dengan komptensi atau tujuan yang telah dirumuskan
c. Memilih dan merancang kegiatan remedial sesuai dengan masalah dan faktor penyebab kesulitan serta karakteristik siswa
d. Merencanakan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan remedial
e. Menentukan jenis, prosedur, dan alat penilaian untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa
4. Melaksanakan kegiatan remedial
5. Menilai kegiatan remedial
15. Berdasarkan hasil penilaian harian, setelah dites dengan 10 soal, diperoleh data dari 32 siswa yang mampu menjawab 10 soal dengan benar ada 15 siswa, 7 siswa menjawab salah 3 soal, dan 5 siswa berhasil mengerjakan dengan benar 6 soal. Sisanya menjawab benar 2 soal. Tindakan remidial yang harus dilakukan jika KKM 70 dan skor masing masing soal 10 adalah ...
a. Memberi tugas kelompok untuk mengerjakan LKS
b. Tugas individu dan mengumpulkannya
c. Meminta siswa yang tuntas untuk menjadi tutor sebaya
d. Melakukan pembelajaran remidial berupa mengulang materi pada peserta remidi
e. Melanjutkan materi pelajaran
Jawaban: A
Pembahasan:
Banyak siswa = 32 Jumlah soal = 10.
15 siswa menjawab benar 10 soal → artinya tidak remidial.
7 siswa menjawab salah 3 soal → nilai 70 artinya tidak remidial.
5 siswa menjawab benar 6 soal → nilai 60 artinya peserta remidial.
5 siswa menjawab benar 2 soal → nilai 20 artinya peserta remidial.
Banyak peserta remidial = 10 siswa
Persentase remidial = 32/10 x 100% = 32%
32% artinya bimbingan/tugas kelompok.
Bimbingan individu 0 - 20%
Bimbingan kelompok 20% - 50%
Pembelajaran ulang 50% - 100%
16. Perhatikan langkah-langkah berikut!
1. Latar belakang
2. Subjek setting
3. Tindakan siklus
4. Teori langkah penelitian
5. Penjelasan produk hasil
Urutan kerangka pembuatan laporan penelitian tindakan kelas yang benar adalah ...
a. 1-2-3-4-5
b. 1-4-2-3-5
c. 1-4-2-5-3
d. 1-2-4-3-5
e. 4-1-3-2-5
Jawaban: B
Pembahasan:
1. Latar belakang (bab I: latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat)
2. Subjek setting (bab III: metodologi, subjek, setting, rencana)
3. Tindakan siklus (bab IV: siklus 1, 2, dst, hasil dan pembahasan)
4. Teori langkah penelitian (bab II: landasan teori, kerangka berpikir, hipotesis)
5. Penjelasan produk hasil (bab IV: siklus dan pembahasan)
17. Pada saat peserta didik melakukan ekperimen atau ekplorasi, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengumpulkan informasi sebanyakbanyaknya yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. Data dapat diperoleh melalui membaca literature, mengamati objek, wawancara dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya. Langkah terakhir, peserta didik menggeneralisasi atau menarik kesimpulan. Kegiatan diatas merupakan langkah pembelajaran …
a. Projek based learning
b. Problem based learning
c. Cooperative learning
d. Group investigation
e. Discovery learning
Jawaban: E
Pembahasan:
Dalam mengaplikasikan metode discovery learning di kelas, ada beberapa prosedur yang harus dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar secara umum sebagai berikut:
a. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)
Pertama pelajar dihadapkan pada fenomena yang mengandung permasalahan, sesuatu yang menimbulkan kebingungannya dan timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Guru dapat memulai kegiatanpembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah. Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu siswa dalam mengeksplorasi bahan.
b. Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah)
Setelah dilakukan stimulation guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah).
c. Data collection (pengumpulan data)
Pada saat peserta didik melakukan eksperimen atau eksplorasi, guru memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan informasisebanyakbanyaknyayang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis.Data dapat diperoleh melalui membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.
d. Data processing (pengolahan data )
Pengolahan data merupakan kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para siswa baik melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan.
e. Verification (pembuktian)
Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang telah ditetapkan,dihubungkan dengan hasil data processing. Berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran, atau informasi yang ada, pernyataan atau hipotesis yang telah dirumuskan terdahulu itu kemudian dicek, apakah terjawab atau tidak, apakahterbukti atau tidak.
f. Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)
Tahap generalisasi/menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.Berdasarkan hasil verifikasi maka dirumuskan prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi.
18. Perhatikan langkah langkah berikut!
1. Peserta didik dilatih memegang pensil atau bulpoin dengan benar
2. Menyebutkan huruf pada anak sambi menunjukan gambar cara cara menulisnya
3. Peserta didik diberi lembar yang berisikan huruf cetak titik titik.untuk ditulis ulang bentuknya.
4. Latihan mencoret bebas seperti garis tegak, miring dan mendatar
5. Mencoba menelusuri huruf utama dan garis sambung
6. Menjiplak tulisan cetak tipis
7. Setiap kata ditulis dalam huruf balok lalu huruf balok tersebut dihubungkan dengan garis menggunakan pensil warna.
Langkah langkah dalam mengajarkan peserta didik dalam menulis adalah ...
a. 1, 4, 6, 3, 2, 7, 5
b. 1, 4, 6, 2, 3, 7, 5
c. 1, 4, 6, 2, 7, 3, 5
d. 1, 4, 6, 2, 3, 5, 7
e. 1, 4, 2, 6, 3, 7, 5
Jawaban: B
Pembahasan:
Langkah langkah dalam mengajarkan peserta didik dalam menulis adalah 1, 4, 6, 2, 3, 7, 5.
19. Disediakan dua magnet dan paku, siswa melakukan percobaan tarik menarik kutub medan magnet. Komponen tujuan pembelajaran yang kurang dari hal tersebut adalah ...
a. Condition
b. Behavior dan degree
c. Condition dan degree
d. Audience
e. Degree
Jawaban: E
Pembahasan:
Audience adalah peserta didik.
Behavior merupakan tingkah laku atau perilaku atau aktivitas suatu proses.
Condition adalah persyaratan yang perlu dipenuhi agar perilaku yang diharapkan dapat tercapai.
Degree adalah merupakan tingkat penampilan yang dapat diterima oleh siswa setelah melalui rangkaian sajian proses pembelajaran.
20. Rendahnya partisipasi peserta didik di kelas mendorong seorang guru menyediakan google drive agar karya peserta didik dapat tersimpan dengan baik sehingga memudahkan teman lainnya dalam memberikan sumbang saran terkait karya temannya. Hal ini merupakan pengintegrasikan teknologi pada domain ...
a. Penilaian terhadap peserta didik
b. Pemahaman terhadap peserta didik
c. Strategi pembelajaran
d. Pemahaman materi pembelajaran
e. Pengelolaan pembelajaran
Jawaban: C
Pembahasan:
- Contoh pemanfaatan teknologi untuk penilaian:
Untuk mengukur pencapaian kompetensi guru menggunakan google formulir agar bisa untuk melihat perolehan Skor secara cepat dan mendapatkan data indicator kompetensi apa yang belum tercapai
- Contoh pemanfaatan teknologi untuk pemahaman peserta didik:
Untuk mengatasi kebosanan peseta didik saat pembelajaran, guru memanfaatkan game edukatif agar peserta didik Tertarik dengan pembelajaran
- Contoh pemanfaatan teknologi untuk pemahaman materi pembelajaran:
Rendahnya daya serap peserta didik terhadap kompetensi tertentu mendorong guru memanfaatkan video edukatif Yang terintegrasi youtube dengan maksud agar peserta didik dapat belajar materi secara mandiri di samping di kelas
- Contoh pemanfaatan teknologi untuk pengelolaan pembelajaran:
Untuk memudahkan guru dalam menjelaskan materi X guru memanfaatkan slide PPT
a. Menghubungkan materi dengan kehidupan sehari hari. Misal, berapa jumlah piring makan yang harus disiapkan untuk seluruh anggota keluarga, berapa banyak seragam yang dia gunakan dalam seminggu, dan berapa sepatu yang akan dipakai anak untuk bepergian
b. Metode menulis bersambung dengan cara setiap kata ditulis dalam huruf balok lalu huruf balok tersebut dihubungkan dengan garis menggunakan pensil warna, lalu anak mencoba menelusuri huruf utama dan garis sambungnya
c. Menyebutkan huruf pada anak sambil menunjukan gambar cara cara menulisnya. Anak kemudian diberi lembar yang berisikan huruf untuk ditulis ulang atau dijiplak yang secara beurutan ketebalan dari huruf yang harus dijiplak dikurangi lalu berubah menjadi titik titik
d. Anda bisa mengajak peserta didik bermain kata yang berhubungan satu sama lain. Awali dengan pemilihan kata-kata yang mudah diucapkan dan bisa dikombinasikan dengan aktivitas lain. Misalnya menuliskannya di pasir, kertas, dan sebagainya
e. Mencari gambar dan susun dengan huruf balok. Sebagai contoh, minta anak untuk menemukan gambar gajah, lalu lanjutkan dengan menyusun huruf-huruf pembentuk kata “gajah” dengan huruf balok
Jawaban: A
Pembahasan:
Cara melatih diskalkulia:
- Melatih ingatan dengan sering menyanyikan angka-angka.
- Tuangkan konsep matematika secara tertulis di atas kertas agar peserta didik mudah melihatnya.
- Visualisasikan konsep matematika yang sulit dimengerti melalui gambar.
- Praktikkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Misal, berapa jumlah piring makan yang harus disiapkan untuk seluruh anggota keluarga, berapa banyak seragam yang dia gunakan dalam seminggu, dan berapa sepatu yang akan dipakai anak untuk bepergian
2. Langkah penyajian materi yang sesuai dengan prinsip belajar Ausubel dalam menyajikan materi adalah …
a. Merancang materi dari khusus menuju umum
b. Merancang materi dari umum ke materi spesifik
c. Merancang materi kontekstual
d. Merancang materi yang mengaktifkan siswa dalam berpikir induktif
e. Menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan
Jawaban: B
Pembahasan:
Di dalam menerapkan teori Ausubel dalam belajar, terdapat prinsip-prinsip yang harus diperhatikan, sebagai berikut:
1. Pengaturan awal (advance organizer)
Pengaturan awal mengarahkan siswa ke materi yang akan dipelajari dan mengingatkan siswa pada materi sebelumnya yang dapat digunakan untuk membantu guru dalam menanamkan konsep baru.
2. Diferensiasi progresif
Pengembangan kosep berlangsung paling baik jika unsur-unsur yang paling umum, paling inklusif dari suatu konsep diperkenalkan terlebih dahulu, baru kemudian diberikan hal-hal yang lebih spesifik dan khusus dari konsep tersebut.
3. Belajar superordinat
Selama informasi diterima dan diasosiasikan dengan konsep dalam struktur kognitif (subsumsi), maka konsep tersebut tumbuh dan mengalami diferensiasi. Belajar superordinat dapat terjadi apabila konsep-konsep yang telah dpelajari sebelumnya dikenal sebagai unsur-unsur dari sebuah konsep yang lebih luas dan lebih inklusif.
4. Penyesuaian integratif (rekonsiliasi integratif)
Guru harus mampu memperlihatkan secara eksplisit bagaimana arti-arti baru dibandingkan dan dipertentangkan dengan arti-arti sebelumnya yang lebih sempit, dan bagaimana konsep-konsep yang tingkatannya lebih tinggi selanjutnya mengambil arti baru.
Beberapa prinsip teori Ausubel:
1. Proses belajar akan terjadi jika seseorang mampu mengasimilasikan pengetahuan yang tlah dimilikinya dengan pengetahuan baru
2. Proses belajar akan terjadi melalui tahap-tahap memperhatikan stimulus, memamahi makna stimulus, menyimpan dan menggunakan informasi yang sudah dipahami
3. Siswa lebih ditekankan unuk berpikir secara deduktif (konsep advance organizer)
3. Berikut adalah penerapan dari teori belajar Bandura yang bisa dilakukan guru adalah …
a. Guru meminta peserta didik untuk belajar melalui meniru
b. Memberikan pembiasaan (conditioning) dalam pembelajaran yang diikuti dengan stimulus penguatan
c. Mengadakan pembelajaran yang menekankan peserta didik belajar melalui interaksi sosial dengan individu lain
d. Menekankan peserta didik untuk rajin belajar melalui latihan dan pengulangan
e. Belajar adalah proses mengaitkan informasi baru dengan konsep-konsep yang relevan dan terdapat dalam struktur kognitif seseorang
Jawaban: A
Pembahasan:
Bandura: guru meminta peserta didik untuk belajar melalui meniru
Pavlov: memberikan pembiasaan (conditioning) dalam pembelajaran yang diikuti dengan stimulus penguatan
Vigotsky: mengadakan pembelajaran yang menekankan peserta didik belajar melalui interaksi sosial dengan individu lain
Thorndike: menekankan peserta didik untuk rajin belajar melalui latihan dan pengulangan
Ausubel: belajar adalah proses mengaitkan informasi baru dengan konsep-konsep yang relevan dan terdapat dalam struktur kognitif seseorang
4. Perhatikan pernyataan berikut!
1) Individu dapat mencapai logika dan rasio serta dapat menggunakan abstraksi
2) Individu telah mengkombinasikan dan mentransformasikan berbagai informasi
3) Individu mulai mampu memecahkan persoalan-persoalan yang bersifat hipotesis
4) Individu mulai mampu membuat pikiran di masa depan
Dari pernyataan di atas yang merupakan karakteristik tahap operasional formal ditunjukkan oleh nomor ...
a. 1 dan 4
b. 1, 2, dan 3
c. 2, 3, dan 4
d. 1, 3, dan 4
e. 2 dan 3
Jawaban: D
Pembahasan:
Yang merupakan karakteristik tahap operasional formal ditunjukkan oleh nomor 1, 3, dan 4.
5. Berikut dijelaskan langkah-langkah penyusunan soal-soal HOTS, yang tidak termaksud langkah-langkah penyusunan soal-soal HOTS adalah ...
a. Menganalisis KD yang dapat dibuat soal-soal HOTS
b. Menyusun kisi-kisi soal
c. Memilih stimulus yang menarik dan kontekstual
d. Menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal
e. Menulis kunci jawaban
Jawaban: E
Pembahasan:
Cara membuat soal HOTS harus mengikuti langkah-langkah berikut ini:
- Menganalisis kompetensi dasar yang dapat dibuat soal-soal HOTS.
- Menyusun kisi-kisi soal.
- Memilih stimulus yang menarik dan kontekstual.
- Menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal.
- Membuat rubrik.
6. Berikut merupakan implikasi dari teori belajar dari Thorndike dalam pembelajaran adalah …
a. Menggunakan contoh dalam kehidupan sehari-hari yaitu memanfaatkan alat peraga dari alam sekitar akan lebih dihayati
b. Metode pemberian tugas, metode latihan (drill dan practice) akan lebih cocok untuk penguatan dan hafalan
c. Materi disusun dari materi yang mudah, sedang, dan sukar sesuai dengan tingkat kelas, dan tingkat sekolah dalam penyusunan kurikulum
d. Penguasaan materi yang lebih mudah sebagai akibat untuk dapat menguasai materi yang lebih sukar
e. Guru menggunakan media benda konkret agar peserta didik lebih mudah memahaminya
Jawaban: B
Pembahasan:
A: Ausubel, belajar bermakna
B: Thorndike, belajar melalui kesiapan, latihan dan pengulangan dari yang mudah menuju sulit
C: Hull dan Bandura
D: Vigotsky
E: Jean Piaget
7. Perhatikan langkah langkah sebagai berikut!
1. Sebelum memulai proses belajar mengajar, pendidik harus memastikan siswanya siap mengikuti pembelajaran tersebut.
2. Pembelajaran yang diberikan sebaiknya berupa pembelajaran yang kontinu.
3. Penyajian materi seharusnya menekankan kebermaknaan materi tersebut bagi siswa artinya materi dan media bisa digunakan dari lingkungan sekitar siswa
4. Dalam proses belajar, pendidik hendaknya menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan, contoh dan soal latihan yang diberikan tingkat kesulitannya bertaha.
5. Pengulangan terhadap penyampaian materi dan latihan, dapat membantu siswa mengingat materi terkait lebih lama
Yang bukan merupakan tindakan guru dalam menerapkan teori pembelajaran Thorndike adalah ...
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
e. 5
Jawaban: C
Pembahasan:
Thorndike menemukan hukum-hukum belajar:
- Law of readiness (kesiapan), yaitu semakin siap suatu organisme memperoleh suatu perubahan tingkah laku, maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat.
- Hukum law of readiness adalah jika kecenderungan bertindak dan orang melakukannya, maka ia akan merasa puas. Akibatnya, ia tak akan melakukan tindakan lain.
- Hukum law of exercise (latihan), yaitu semakin sering tingkah laku diulang/dilatih (digunakan), maka asosiasi tersebut akan semakin kuat.
- Law of effect (akibat), yaitu hubungan stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan.
Implikasi pembelajaran Thorndike:
- Sebelum memulai proses belajar mengajar, pendidik harus memastikan siswanya siap mengikuti pembelajaran tersebut. Jadi setidaknya ada aktivitas yang dapat menarik perhatian siswa untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.
- Pembelajaran yang diberikan sebaiknya berupa pembelajaran yang kontinu, hal ini dimaksudkan agar materi lampau dapat tetap di ingat oleh siswa.
- Dalam proses belajar, pendidik hendaknya menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan, contoh dan soal latihan yang diberikan tingkat kesulitannya bertahap, dari yang mudah sampai yang sulit. Hal ini agar siswa mampu menyerap materi yang diberikan.
- Pengulangan terhadap penyampaian materi dan latihan, dapat membantu siswa mengingat materi terkait lebih lama.
8. Perhatikan pernyataan berikut!
1) Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu pembelajaran efektif, dan waktu pembelajaran efektif (per minggu).
2) Menelaah kalender pendidikan dan ciri khas satuan pendidikan berdasarkan kebutuhan tingkat satuan pendidikan.
3) Menghitung jumlah Hari Belajar Efektif (HBE) dan Jam Belajar Efektif (JBE) setiap bulan dan semester dalam satu tahun.
4) Mendistribusikan alokasi waktu yang disediakan untuk suatu subtema serta mempertimbangkan waktu untuk penilaian serta review materi.
5) Menghitung Jumlah Jam Pembelajaran (JP) sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada struktur kurikulum yang berlaku.
Prosem adalah bentuk penjabaran dari prota yang memuat gambaran pembelajaran dan pencapaian yang ingin diraih selama satu semester. Dengan adanya prosem ini, mempermudah dalam menuntaskan mata pelajaran yang di ampu. Langkah-langkah pembuatan prosem yang tepat yaitu …
a. 2, 1, 3, 5, dan 4
b. 2, 3, 1, 4. dan 5
c. 2, 1, 4, 5, dan 3
d. 2, 3, 4,1, dan 5
e. 2, 4, 3, 5, dan 1
Jawaban: A
Pembahasan:
1) Menelaah kalender pendidikan dan ciri khas satuan pendidikan berdasarkan kebutuhan tingkat satuan pendidikan.
2) Menandai hari-hari libur, permulaan tahun pelajaran, minggu pembelajaran efektif, dan waktu pembelajaran efektif (per minggu). Hari-hari libur meliputi:
- Jeda tengah semester
- Jeda antarsemester• Libur akhir tahun pelajaran
- Hari libur keagamaan
- Hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional
- Hari libur khusus
- Kegiatan khusus satuan pendidikan
3) Menghitung jumlah Hari Belajar Efektif (HBE) dan Jam Belajar Efektif (JBE) setiap bulan dan semester dalam satu tahun.
4) Menghitung Jumlah Jam Pembelajaran (JP) sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada struktur kurikulum yang berlaku.
5) Mendistribusikan alokasi waktu yang disediakan untuk suatu subtema serta mempertimbangkan waktu untuk penilaian serta review materi
9. Reinforcement dalam pembelajaran untuk memotivasi peserta didik yang sudah tuntas dan yang belum dilakukan dalam kegiatan pembelajaran disebut ...
a. Refleksi
b. Remedial
c. Feedback
d. Penilaian
e. Pengayaan
Jawaban: C
Pembahasan:
- Feedback atau umpan balik itu terdiri dari Reinforsment, Punishment.
- Refleksi pembelajaran adalah suatu komponen kegiatan yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran dengan tujuan untuk menilai dan menganati apa yang telah terjadi selarna pembelajaran. Contoh mencermati kembali video pembelajaran yang telah dilaksanakan mencermati catatan harian dan jurmal pembelajaran
- Remidial = pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar.
10. Seorang anak lebih suka bertanya langsung saat mendapatkan informasi, senang bercerita dan berdiskusi, cenderung senang mendengarkan cerita atau sesuai yang dibacakan dalam bentuk cerita. Baginya ini sangat menarik, sehingga ingin selalu didengar. Hal tersebut menunjukkan anak tersebut memiliki tipe belajar …
a. Visual
b. Kinestetik
c. Analitik
d. Auditory
e. Global
Jawaban: D
Pembahasan:
Tipe belajar anak:
1. Gaya belajar secara visual memiliki kemampuan belajar dengan cara melihat. Gaya belajar ini akan lebih banyak menggunakan indera pengelihatan dengan tajam dan teliti, sehingga perlu diberikan beberapa contoh secara nyata tentang berbagai materi.
2. Kinestetik tipe yang melibatkan gerak tubuh atau kinestetik. Anak tipe ini senang dengan kegiatan olah tubuh seperti olahraga, permainan, dan sebagainya.
3. Gaya belajar analitik memiliki sebuah kemampuan dalam memandang sesuatu cenderung ditelaah terlebih dahulu secara teliti dan terinci serta mengerjakan segala sesuatu secara bertahap.
4. Tipe auditori senang mendengarkan berbagai informasi. Mereka lebih mudah mencerna informasi yang berbentuk dialog, nada, atau segala informasi yang bisa ditangkap melalui indera pendengaran.
11. Guru kelas tiga menjelaskan materi pembelajaran tentang ciri-ciri hewan mamalia dengan memberikan contoh berbagai hewan mamalia. Menurut Gagne, pembelajaran yang relevan dengan pembelajaran tersebut adalah …
a. Belajar stimulus dan respon
b. Belajar rangkaian
c. Belajar rangkaian verbal
d. Belajar mebedakan
e. Belajar pembentukan konsep
Jawaban: E
Pembahasan:
- Belajar isyarat
Belajar isyarat mirip dengan conditioned respons atau respon bersyarat. Seperti menutup mulut dengan telunjuk, isyarat mengambil sikap tidak bicara. Lambaian tangan, isyarat untuk datang mendekat. Menutup mulut dan lambaian tangan adalah isyarat, sedangkan diam dan datang adalah respons.
- Belajar stimulus respon
Berbeda dengan belajar isyarat, respons bersifat umum, kabur dan emosional. Tipe belajar S – R, respons bersifat spesifik. 2 x 3 = 6 adalah bentuk suatu hubungan S-R. Mencium bau masakan sedap, keluar air liur.
- Belajar rangkaian (chaining)
Rangkaian atau rantai dalam chaining adalah semacam rangkaian antar S-R yang bersifat segera. Hal ini terjadi dalam rangkaian motorik, seperti gerakan dalam mengikat sepatu, makan, minum, atau gerakan verbal seperti selamat tinggal, bapak-ibu.
- Belajar asosiasi verbal (verbal association).
Suatu kalimat “unsur itu berbangun limas” adalah contoh asosiasi verbal. Seseorang dapat menyatakan bahwa unsur berbangun limas kalau ia mengetahui berbagai bangun, seperti balok, kubus, atau kerucut. Hubungan atau asosiasi verbal terbentuk jika unsur-unsurnya terdapat dalam urutan tertentu, yang satu mengikuti yang lain
- Belajar membedakan (discrimination).
Tipe belajar ini adalah pembedaan terhadap berbagai rangkaian. Seperti membedakan berbagai bentuk wajah, waktu, binatang, atau tumbuh-tumbuhan
- Belajar konsep (concept learning).
Konsep merupakan simbol berpikir. Hal ini diperoleh dari hasil membuat tafsiran terhadap fakta. Dengan konsep dapat digolongkan binatang bertulan belakang menurut ciri-ciri khusus (kelas), seperti kelas mamalia, reptilia, amphibia, burung, ikan. Dapat pula digolongkan, manusia berdasarkan ras (warna kulit) atau kebangsaan, suku bangsa atau hubungan keluarga. Kemampuan membentuk konsep ini terjadi jika orang dapat melakukan diskriminasi.
- Belajar aturan (rule learning)
Hukum, dalil atau rumus adalah rule (aturan). Tipe belajar ini banyak terdapat dalam semua pelajaran di sekolah, seperti benda memuai jika dipanaskan, besar sudut dalam segitiga sama dengan 180 derajat.
- Belajar pemecahan masalah (problem solving learning)
Memecahkan masalah adalah biasa dalam kehidupan. Ini merupakan pemikiran.
12. Bu Ani mengajar materi pengukuran luas bangun datar ke peserta didik. Setelah mengajar, bu Ani akan mengevaluasi kemampuan peserta didik dalam menguasai materi pengukuran geometri. Langkah-langkah yang harus dilakukan bu Ani untuk menilai kemampuan peserta didik dalam materi tersebut adalah ...
a. Membaca materi, menyusun instrumen penilaian tes wawnacara, mewancarai peserta didik, menilai hasil wawancara peserta didik, dan menyusun laporan hasil penilaian
b. Menyusun lembar observasi, membaca materi, menilai hasil kerja peserta didik, dan menyusun hasil
c. Menyusun instrumen penilaian tertulis, mengujikan soal ke peserta didik, menilai hasil kerja peserta didik, dan menyusun laporan hasil penilaian
d. Menyusun instrumen wawancara, membaca materi, menyajikan ke peserta didik, menilai hasil peserta didik, dan membuat laporan
e. Membaca materi, menyusun instrumen lembar jurnal, menyajikan ke peserta didik, menilai hasil kerja peserta didik, dan menyusun laporan hasil penilaian
Jawaban: C
Pembahasan
A, D, dan E untuk menilai sikap
B untuk menilai keterampilan praktik
C untuk menilai pengetahuan
13. Anak bisa menentukan ciri-ciri kotak kapur namun belum bisa menyebutkan ciri-ciri kubus. Menurut Jean Piaget termasuk kedalam tahap ...
a. Praoperasional
b. Operasional formal
c. Operasional konkret
d. Sensorimotorik
e. Praformal
Jawaban: C
Pembahasan:
Piaget membagi perkembangan peserta didik ke dalam 4 periode yaitu:
1. Periode sensorimotorik (0-2 tahun). Pada periode ini tingksh laku anak bersifat motorik dan anak menggunakan system penginderaan untuk mengenal lingkungannya untu mengenal obyek
2. Periode praoperasional (2-7 tahun) pada periode ini anak bisa melakukan sesuatu sebagai hasil meniru atau mengamati sesuatu model tingkah laku dan mampu melakukan simbolisasi.
3. Periode operasional konkret (7-12 tahun). Pada periode ini anak sudah mampu menggunakan operasi. Pemikiran anak tidak lagi didominasi oleh persepsi, sebab anak mampu memecahkan masalah secara logis namun masih terbatas pada ranah konkret, belum bisa untuk hal hal yang bersifat abstrak.
4. Periode operasional formal (12 - dewasa). Periode operasi fomal merupakan tingkat puncak perkembangan struktur kognitif, anak remaja mampu berpikir logis untuk semua jenis masalah hipotesis, masalah verbal, dan ia dapat menggunakan penalaran ilmiah, kemampuan abstraksi berkembang dan dapat menerima pandangan orang lain.
14. Perhatikan kegiatan berikut ini!
1. Melakukan diagnosis kesulitan belajar
2. Memilih dan merancang kegiatan remedial sesuai dengan masalah dan faktor penyebab kesulitan serta karakteristik siswa
3. Merencanakan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan remedial
4. Menentukan jenis, prosedur, dan alat penilaian untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa
5. Menemukan penyebab kesulitan dan solusi penyelesaian
6. Merumuskan kompetensi atau tujuan pembelajaran
7. Melaksanakan kegiatan remedial
8. Menilai kegiatan remedial
9. Menentukan materi pelajaran sesuai dengan komptensi atau tujuan yang telah dirumuskan
Urutan langkah yang benar dalam melakukan kegiatan remidial adalah ...
a. 1, 5, 6, 9, 2, 4, 3, 7, 8
b. 1, 5, 6, 9, 3, 4, 2, 7, 8
c. 1, 5, 6, 9, 3, 2, 4, 7, 8
d. 1, 5, 6, 9, 2, 3, 4, 7, 8
e. 7, 5, 6, 9, 2, 3, 4, 1, 8
Jawaban: D
Langkah langkah kegiatan remidial adalah:
1. Melakukan diagnosis kesulitan belajar
2. Menemukan penyebab kesulitan dan solusi penyelesaian
3. Merencanakan remidial
a. Merumuskan kompetensi atau tujuan pembelajaran
b. Menentukan materi pelajaran sesuai dengan komptensi atau tujuan yang telah dirumuskan
c. Memilih dan merancang kegiatan remedial sesuai dengan masalah dan faktor penyebab kesulitan serta karakteristik siswa
d. Merencanakan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan remedial
e. Menentukan jenis, prosedur, dan alat penilaian untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa
4. Melaksanakan kegiatan remedial
5. Menilai kegiatan remedial
15. Berdasarkan hasil penilaian harian, setelah dites dengan 10 soal, diperoleh data dari 32 siswa yang mampu menjawab 10 soal dengan benar ada 15 siswa, 7 siswa menjawab salah 3 soal, dan 5 siswa berhasil mengerjakan dengan benar 6 soal. Sisanya menjawab benar 2 soal. Tindakan remidial yang harus dilakukan jika KKM 70 dan skor masing masing soal 10 adalah ...
a. Memberi tugas kelompok untuk mengerjakan LKS
b. Tugas individu dan mengumpulkannya
c. Meminta siswa yang tuntas untuk menjadi tutor sebaya
d. Melakukan pembelajaran remidial berupa mengulang materi pada peserta remidi
e. Melanjutkan materi pelajaran
Jawaban: A
Pembahasan:
Banyak siswa = 32 Jumlah soal = 10.
15 siswa menjawab benar 10 soal → artinya tidak remidial.
7 siswa menjawab salah 3 soal → nilai 70 artinya tidak remidial.
5 siswa menjawab benar 6 soal → nilai 60 artinya peserta remidial.
5 siswa menjawab benar 2 soal → nilai 20 artinya peserta remidial.
Banyak peserta remidial = 10 siswa
Persentase remidial = 32/10 x 100% = 32%
32% artinya bimbingan/tugas kelompok.
Bimbingan individu 0 - 20%
Bimbingan kelompok 20% - 50%
Pembelajaran ulang 50% - 100%
16. Perhatikan langkah-langkah berikut!
1. Latar belakang
2. Subjek setting
3. Tindakan siklus
4. Teori langkah penelitian
5. Penjelasan produk hasil
Urutan kerangka pembuatan laporan penelitian tindakan kelas yang benar adalah ...
a. 1-2-3-4-5
b. 1-4-2-3-5
c. 1-4-2-5-3
d. 1-2-4-3-5
e. 4-1-3-2-5
Jawaban: B
Pembahasan:
1. Latar belakang (bab I: latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat)
2. Subjek setting (bab III: metodologi, subjek, setting, rencana)
3. Tindakan siklus (bab IV: siklus 1, 2, dst, hasil dan pembahasan)
4. Teori langkah penelitian (bab II: landasan teori, kerangka berpikir, hipotesis)
5. Penjelasan produk hasil (bab IV: siklus dan pembahasan)
17. Pada saat peserta didik melakukan ekperimen atau ekplorasi, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengumpulkan informasi sebanyakbanyaknya yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis. Data dapat diperoleh melalui membaca literature, mengamati objek, wawancara dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya. Langkah terakhir, peserta didik menggeneralisasi atau menarik kesimpulan. Kegiatan diatas merupakan langkah pembelajaran …
a. Projek based learning
b. Problem based learning
c. Cooperative learning
d. Group investigation
e. Discovery learning
Jawaban: E
Pembahasan:
Dalam mengaplikasikan metode discovery learning di kelas, ada beberapa prosedur yang harus dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar secara umum sebagai berikut:
a. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)
Pertama pelajar dihadapkan pada fenomena yang mengandung permasalahan, sesuatu yang menimbulkan kebingungannya dan timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Guru dapat memulai kegiatanpembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah. Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu siswa dalam mengeksplorasi bahan.
b. Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah)
Setelah dilakukan stimulation guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah).
c. Data collection (pengumpulan data)
Pada saat peserta didik melakukan eksperimen atau eksplorasi, guru memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan informasisebanyakbanyaknyayang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis.Data dapat diperoleh melalui membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.
d. Data processing (pengolahan data )
Pengolahan data merupakan kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para siswa baik melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan.
e. Verification (pembuktian)
Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang telah ditetapkan,dihubungkan dengan hasil data processing. Berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran, atau informasi yang ada, pernyataan atau hipotesis yang telah dirumuskan terdahulu itu kemudian dicek, apakah terjawab atau tidak, apakahterbukti atau tidak.
f. Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)
Tahap generalisasi/menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.Berdasarkan hasil verifikasi maka dirumuskan prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi.
18. Perhatikan langkah langkah berikut!
1. Peserta didik dilatih memegang pensil atau bulpoin dengan benar
2. Menyebutkan huruf pada anak sambi menunjukan gambar cara cara menulisnya
3. Peserta didik diberi lembar yang berisikan huruf cetak titik titik.untuk ditulis ulang bentuknya.
4. Latihan mencoret bebas seperti garis tegak, miring dan mendatar
5. Mencoba menelusuri huruf utama dan garis sambung
6. Menjiplak tulisan cetak tipis
7. Setiap kata ditulis dalam huruf balok lalu huruf balok tersebut dihubungkan dengan garis menggunakan pensil warna.
Langkah langkah dalam mengajarkan peserta didik dalam menulis adalah ...
a. 1, 4, 6, 3, 2, 7, 5
b. 1, 4, 6, 2, 3, 7, 5
c. 1, 4, 6, 2, 7, 3, 5
d. 1, 4, 6, 2, 3, 5, 7
e. 1, 4, 2, 6, 3, 7, 5
Jawaban: B
Pembahasan:
Langkah langkah dalam mengajarkan peserta didik dalam menulis adalah 1, 4, 6, 2, 3, 7, 5.
19. Disediakan dua magnet dan paku, siswa melakukan percobaan tarik menarik kutub medan magnet. Komponen tujuan pembelajaran yang kurang dari hal tersebut adalah ...
a. Condition
b. Behavior dan degree
c. Condition dan degree
d. Audience
e. Degree
Jawaban: E
Pembahasan:
Audience adalah peserta didik.
Behavior merupakan tingkah laku atau perilaku atau aktivitas suatu proses.
Condition adalah persyaratan yang perlu dipenuhi agar perilaku yang diharapkan dapat tercapai.
Degree adalah merupakan tingkat penampilan yang dapat diterima oleh siswa setelah melalui rangkaian sajian proses pembelajaran.
20. Rendahnya partisipasi peserta didik di kelas mendorong seorang guru menyediakan google drive agar karya peserta didik dapat tersimpan dengan baik sehingga memudahkan teman lainnya dalam memberikan sumbang saran terkait karya temannya. Hal ini merupakan pengintegrasikan teknologi pada domain ...
a. Penilaian terhadap peserta didik
b. Pemahaman terhadap peserta didik
c. Strategi pembelajaran
d. Pemahaman materi pembelajaran
e. Pengelolaan pembelajaran
Jawaban: C
Pembahasan:
- Contoh pemanfaatan teknologi untuk penilaian:
Untuk mengukur pencapaian kompetensi guru menggunakan google formulir agar bisa untuk melihat perolehan Skor secara cepat dan mendapatkan data indicator kompetensi apa yang belum tercapai
- Contoh pemanfaatan teknologi untuk pemahaman peserta didik:
Untuk mengatasi kebosanan peseta didik saat pembelajaran, guru memanfaatkan game edukatif agar peserta didik Tertarik dengan pembelajaran
- Contoh pemanfaatan teknologi untuk pemahaman materi pembelajaran:
Rendahnya daya serap peserta didik terhadap kompetensi tertentu mendorong guru memanfaatkan video edukatif Yang terintegrasi youtube dengan maksud agar peserta didik dapat belajar materi secara mandiri di samping di kelas
- Contoh pemanfaatan teknologi untuk pengelolaan pembelajaran:
Untuk memudahkan guru dalam menjelaskan materi X guru memanfaatkan slide PPT