1. Perhatikan langkah langkah berikut!
1) Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi
2) Orientasi masalah
3) Pengumpulan data dan verifikasi
4) Analisis proses
5) Pemberian ragsangan awal
6) Pengumpulan data melalui eksperimen
7) Pertanyaan mendasar
Urutan langkah Inquiry learning adalah ...
a. 2-3-6-1-4
b. 5-3-6-1-4
c. 7-3-6-1-4
d. 7-6-3-1-4
e. 2-6-3-1-4
Jawaban: A
Pembahasan:
Urutan langkah Inquiry learning adalah 2-3-6-1-4.
2. Kegiatan awal yang harus dilakukan oleh guru sebelum memberikan materi pembelajaran menurut Ausubel adalah ...
a. Menginformasikan kompetensi yang harus dikuasai setelah melaksanakan pembelajaran
b. Memberikan motivasi peserta didik agar semangat dalam melakukan pembelajaran
c. Menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan
d. Memberikan apersepsi materi dengan mengkaitkan materi sebelumnya dengan yang akan dipelajari
e. Menyiapkan media yang menarik dan konkret agar peserta didik dapat lebih mudah memahami materi
Jawaban: D
Pembahasan:
Di dalam menerapkan teori Ausubel dalam belajar, terdapat prinsip-prinsip yang harus diperhatikan, sebagai berikut:
1. Pengaturan awal (advance organizer)
Pengaturan awal mengarahkan siswa ke materi yang akan dipelajari dan mengingatkan siswa pada materi sebelumnya yang dapat digunakan untuk membantu guru dalam menanamkan konsep baru.
2. Diferensiasi progresif
Pengembangan kosep berlangsung paling baik jika unsur-unsur yang paling umum, paling inklusif dari suatu konsep diperkenalkan terlebih dahulu, baru kemudian diberikan hal-hal yang lebih spesifik dan khusus dari konsep tersebut.
3. Belajar superordinat
Selama informasi diterima dan diasosiasikan dengan konsep dalam struktur kognitif (subsumsi), maka konsep tersebut tumbuh dan mengalami diferensiasi. Belajar superordinat dapat terjadi apabila konsep-konsep yang telah dpelajari sebelumnya dikenal sebagai unsur-unsur dari sebuah konsep yang lebih luas dan lebih inklusif.
4. Penyesuaian integratif (rekonsiliasi integratif)
Guru harus mampu memperlihatkan secara eksplisit bagaimana arti-arti baru dibandingkan dan dipertentangkan dengan arti-arti sebelumnya yang lebih sempit, dan bagaimana konsep-konsep yang tingkatannya lebih tinggi selanjutnya mengambil arti baru.
3. Penerapan belajar menurut Skinner adalah …
a. Belajar adalah suatu proses pembiasaan
b. Belajar adalah suatu proses yang membutuhkan penguatan atau ganjaran
c. Belajar adalah proses mengaitkan informasi baru dengan konsep-konsep yang relevan dan terdapat dalam struktur kognitif seseorang
d. Belajar adalah proses yang bermakna
e. Guru meminta peserta didik untuk belajar melalui meniru
Jawaban: B
Pembahasan:
Pavlov: belajar adalah suatu proses pembiasaan
Skinner: belajar adalah suatu proses yang membutuhkan penguatan atau ganjaran
Ausubel: belajar adalah proses mengaitkan informasi baru dengan konsep-konsep yang relevan dan terdapat dalam struktur kognitif seseorang
Gestal dan Ausubel: belajar adalah proses yang bermakna
Bandura: guru meminta peserta didik untuk belajar melalui meniru
4. Ada individu yang dapat bertindak dengan cepat, ada juga individu yang bertindak dengan lambat, tetapi ada juga individu yang bertindak dengan biasa-biasa saja. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan yang didasarkan pada ...
a. Emosinya
b. Kepribadiannya
c. Intelegensinya
d. Kematangannya
e. Psikomotornya
Jawaban: C
Pembahasan:
Ada individu yang dapat bertindak dengan cepat, ada juga individu yang bertindak dengan lambat, tetapi ada juga individu yang bertindak dengan biasa-biasa saja. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan yang didasarkan pada intelegensinya.
5. Dilihat dari kegiatan penilaian pembelajaran dapat merujuk pada dua macam acuan yakni penilaian acuan norma (norm reference test) dan penilaian acuan kriteria/patokan (criterion reference test). Pernyataan yang tepat mengenai penilaian tersebut di bawah ini adalah ...
a. Pada penilaian acuan norma, hasil penilaian peserta didik, baik formatif maupun sumatif, tidak dibandingkan dengan hasil peserta didik lainnya namun dibandingkan dengan penguasaan kompetensi yang diputuskan yaitu dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM)
b. Tujuan penilaian acuan patokan adalah untuk mengukur secara pasti tujuan atau kompetensi yang ditetapkan sebagai kriteria keberhasilannya
c. Pada penilaian acuan norma, kualitas peserta tes sangat tergantung kepada atau sangat ditentukan oleh kompetensi dasar yang ditetapkan guru
d. Penilaian acuan norma disebut juga dengan penilaian beracuan kompetensi dalam penentuan nilai menggunakan standar relatif
e. Pada penilaian acuan patokan, perlu menghitung standar deviasi (simpangan baku)
Jawaban: B
Pembahasan:
Dilihat dari kegiatan penilaian pembelajaran dapat merujuk pada dua macam acuan yakni penilaian acuan norma (norm reference test) dan penilaian acuan kriteria/patokan (criterion reference test). Artinya, setelah memperoleh skor mentah dari setiap peserta didik, maka langkah selanjutnya adalah mengubah skor mentah menjadi nilai dengan menggunakan acuan:
1) Penilaian Acuan Patokan (PAP)
Penilaian acuan patokan dalam penentuan nilai menggunakan standar mutlak atau standar absolut atau mengacu pada kriteria atau patokan, berarti jika menggunakan acuan tersebut maka anda harus membandingkan hasil yang diperoleh peserta didik dengan sebuah patokan atau kriteria yang secara absolut atau mutlak telah ditetapkan oleh guru.
Hasil penilaian peserta didik, baik formatif maupun sumatif, tidak dibandingkan dengan hasil peserta didik lainnya namun dibandingkan dengan penguasaan kompetensi yang diputuskan yaitu dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM).
Tujuan penilaian acuan patokan adalah untuk mengukur secara pasti tujuan atau kompetensi yang ditetapkan sebagai kriteria keberhasilannya. Penilaian acuan patokan sangat bermanfaat dalam upaya meningkatkan kualitas hasil belajar, sebab peserta didik diusahakan untuk mencapai standar yang telah ditentukan, dan hasil belajar peserta didik dapat diketahui derajat pencapaiannya
2) Penilaian Acuan Norma (PAN)
Penilaian acuan norma atau dikenal dengan penilaian beracuan kelompok dalam penentuan nilai menggunakan standar relatif.
Dalam penentuan nilai hasil tes, skor mentah hasil tes peserta didik dibandingkan dengan skor mentah yang dicapai oleh peserta didik lainnya dalam satu kelompok. Berarti kualitas peserta tes sangat tergantung kepada atau sangat ditentukan oleh kualitas kelompoknya, maka akan dapat terjadi testee (peserta tes) yang sebenarnya pada kelompok 1 tergolong “hebat” (karena berhasil meraih skor tes yang tinggi sehingga ia tergolong dalam kategori testee yang pandai), jika dimasukan dalam kelompok 2 ternyata hanya termasuk kelompok sedang atau cukup kualitasnya. Jadi kedudukan testee dimaksud bersifat relatif.
6. Soal HOTS yang membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat higher thingking skills/ HOTS adalah ...
a. Soal HOTS mengukur dimensi metakognitif, tidak sekadar mengukur dimensi faktual, konseptual, atau prosedural saja
b. Soal HOTS yang mengukur kemampuan: transfer satu konsep ke konsep lainnya, memproses dan menerapkan informasi, mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda, menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah, dan menelaah ide dan informasi secara kritis
c. Soal HOTS yang mengukur kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang berbeda, menginterpretasikan, memecahkan masalah (problem solving), memilih strategi pemecahan masalah, menemukan (discovery) metode baru, berargumen (reasoning), dan mengambil keputusan yang tepat
d. Soal HOTS mendorong peserta didik untuk berpikir secara luas dan mendalam tentang materi pelajaran
e. Jawaban A, B,C, D benar
Jawaban: E
Pembahasan:
Soal HOTS yang membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat higher thingking skills/ HOTS terdapat pada opsi jawaban A, B, C, dan D.
7. Setelah dilakukan tes praktek menulis doa, selanjutnya pak Thomas berencana melaksanakan tes tertulis sebagai program remedial, tes tertulis tersebut diberlakukan bagi para peserta didik yang belum mencapai KKM. Berdasarkan ilustrasi tersebut menunjukkan pak Thomas akan melakukan tes tertulis untuk mengukur obyek evaluasi pada ranah ...
a. Afektif
b. Kognitif
c. Psikomotorik
d. Konasi
e. Behavior
Jawaban: B
Pembahasan:
Tes tertulis digunakan untuk mengukur hasil belajar pada ranah kognitif.
8. Teori belajar dari Thorndike disebut juga dengan istilah koneksionisme. Makna Koneksionisme adalah …
a. Proses pembentukan hubungan antara stimulus dan respon
b. Hubungan antara penguatan dan hukuman
c. Hubungan antara individu dengan individu lain
d. Proses pembentukan perkembangan potensial individu
e. Memberikan contoh agar ditiru siswa
Jawaban: A
Pembahasan:
- Proses pembentukan hubungan antara stimulus dan respon: koneksionisme Thorndike
- Hubungan antara penguatan dan hukuman: reinforcement (Skinner)
- Hubungan antara individu dengan individu lain: interaksi sosial (Vigotsky)
- Proses pembentukan perkembangan potensial individu: ZPD (Vigotsky)
Zona of proximal development adalah daerah antar tingkat perkembangan sesungguhnya yang didefinisikan sebagai kemampuan memecahkan masalah secara mandiri dan tingkat perkembangan potensial yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu.
- Memberikan contoh agar ditiru siswa: Bandura
9. Tingkah laku guru perlu ditampilkan sebagai sosok yang ideal untuk ditiru peserta didik, juga dalam penyajian pembelajaran guru harus memberi kesan bahwa materi pembelajaran yang diberikan itu mudah hal ini sejalan dengan teori Bandura, penerapan teori bandura yang tepat yaitu ...
a. Mengutamakan mengubah lingkungan untuk mengindari pelanggaran agar tidak menghukum.
b. Memberikan metode-metode yang mudah untuk dipahami dan diikuti oleh siswa-siswanya.
c. Kecemasan harus ditimbulkan untuk mendorong kemauan belajar dan latihan harus didistribusikan dengan hati-hati supaya tidak terjadi kelelahan.
d. Pentingnya pemilihan materi yang sesuai dengan kondisi siswa, apa yang ada di sekitar siswa
e. Guru harus memaksimalkan fungsi mediator dan fasilitator dengan menyajikan pembelajaran kelompok yang mendukung interaksi antar peserta didik
Jawaban B
Pembahasan:
Albert Bandura mengemukakan bahwa peserta didik belajar melalui meniru. Pengertian meniru bukan berarti mencontek, akan tetapi meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain, khususnya guru. Guru dalam menyampaikan pelajarannya harus memberikan metode-metode yang mudah untuk dipahami dan diikuti oleh siswa-siswanya. Hal ini dilakukan agar siswa lebih mudah untuk memilih metode mana yang akan diikuti dan diterapkan dalam mengerjakan soal-soal.
Berikut ini beberapa prinsip dasar belajar sosial menurut teori belajar Bandura:
- Sebagian besar dari yang dipelajari oleh manusia terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling).
- Seorang peserta didik akan mengubah perilakunya sendiri melalui penyaksian cara orang atau sekelompok orang yang mereaksi (merespon) sebuah stimulus tertentu.
- Peserta didik dapat mempelajari respon-respon baru dengan cara pengamatan terhadap perilaku contoh dar orang lain, misalnya guru atau orang tuanya.
- Pendekatan teori belajar sosial terhadap proses perkembangan sosial dan moral peserta didik ditekankan pada perlunya pembiasaan merespon (conditioningi) dan peniruan (imitation).
10. Kegunaan kaldik adalah ...
a. Menghitung hari minggu setiap bulan
b. Mendistribusikan kompetensi dasar dalam setahun
c. Mendistribusikan alokasi waktu setiap bulan
d. Menentukan hari belajar efektif
e. Penyelenggaraan kegiatan Pendidikan selama satu tahun
Jawaban: D
Pembahasan:
a. Kalender biasa
b. Program tahunan
c. Program semester
d. Kalender pendidikan
e. Kalender akademik
11. Modal pembelajaran berbasis masalah dapat digunakan dalam pelajaran untuk mencapai pembelajaranyang efektif berpusat pada peserta didik. Salah satu ciri pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sebagai fasilitator. Salah satu tujuan tugas fasilitator adalah …
a. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menerapkan ketrampilan dalam berpikir taingkat tinggi dalam memecahkan masalah
b. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif merumuskan dan memecahkan masalah secara mandiri baik pada kegiatan individu maupun kelompok sebagai proses membangun pengetahuan dan ketrampilan berfikir
c. Memberikan penjelasan kepada peserta didik tentang hal-hal yang harus dilakukan serta memotivasi untuk belajar aktif sehingga menjadi pembelajar yang mandiri
d. Menyelaraskan bahan ajar dengan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalah
e. Mendidik dan membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakulikuler
Jawaban: B
Pembahasan:
Salah satu tujuan tugas fasilitator adalah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif merumuskan dan memecahkan masalah secara mandiri baik pada kegiatan individu maupun kelompok sebagai proses membangun pengetahuan dan ketrampilan berfikir.
12. Seorang siswa kelas tiga masih kesulitan membedakan huruf tertentu dan sering salah dalam membaca kata sehingga dia kesulitan memahami sebuah teks pendek. Setelah guru melakukan identifikasi, ternyata siswa tersebut mengalami kesulitan belajar …
a. Diskalkulia
b. Disgrafia
c. Disleksia
d. Non-verbal learning disability
e. Auditory and visual processing disorder
Jawaban: C
Pembahasan:
Disleksia: bisa diartikan sebagai kesulitan membaca secara teknis atau kesulitan akan kata- kata yang diucapkan dan sulitnya mengubah kata menjadi huruf.
Disgrafia: kesulitan menulis baik berupa merangkai huruf dalam kata atau membuat kalimat lengkap
Diskalkula: kondisi di mana seorang anak memiliki kesulitan memecahkan soal matematika dan mengalami kesulitan menangkap konsep-konsep matematika dasar
Auditory and visual processing disorder: Sebuah gangguan sensorik yang mempengaruhi kemampuan anak untuk memahami bahasa tertulis atau lisan
Non-verbal learning disability: Kondisi ini merujuk pada ketidakmampuan anak untuk menggunakan aspek intuitif, pengaturan, visual dan pengolahan fungsi saat belajar
13. Berikut data komponen dalam pembelajaran:
1) Identitas Sekolah
2) Kompetensi Dasar
3) Materi Pembelajaran
4) Metode Pembelajaran
5) Teori Pembelajaran
6) Indikator Pencapaian Kompetensi
Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang tepat adalah ...
a. 1, 2, 3, 4, 5
b. 1, 2, 3, 4, 6
c. 1, 3, 4, 5, 6
d. 1, 2, 3, 5, 6
e. 2, 3, 4, 5, 6
Jawaban: B
Pembahasan:
RPP disusun berdasarkan KD atau sub tema yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Komponen RPP terdiri atas:
- Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
- Identitas mata pelajaran atau tema/ sub tema;
- Kelas/ semester;
- Materi pokok;
- Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
- Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
- Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
- Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
- Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
- Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
- Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
- Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
- Penilaian hasil pembelajaran.
14. Perkembangan kognitif merupakan salah satu hal penting yang harus dipelajari seseorang yang akan memilih profesi menjadi guru sekolah dasar. Menurut piaget, pembelajaran yang tidak sesuai dengan aspek kognitif anak memiliki konsekuensi negatif bagi perkembangan berbagai aspek psikologis lainnya. Pernyataan berikut ini yang benar mengenai teori perkembangan kognitif pada anak usia sekolah dasar beserta ahli yang mengembangkannya terdapat pada pilihan jawaban …
a. Teori medan dikembangkan oleh Jean Piaget
b. Teori medan dikembangkan oleh Kurt Koffka
c. Teori gestalt dikembangkan oleh Jean Piaget
d. Teori gestalt dikembangkan oleh Kurt Lewin
e. Teori medan dikembangkan oleh Kurt Lewin
Jawaban: E
Pembahasan:
Ada tiga teori yang dapat dijadikan dasar untuk memahami perkembangan kognitif anak usia SD, yakni teori gestalt, teori medan dan teori perkembangan kognitif. Teori gestalt banyak dikembangkan oleh Kurt koffka (1886-1941), menjelaskan bahwa bagi kognisi manusia, keseluruhan akan lebih berarti daripada bagian-bagian. Teori medan dikembangkan oleh Kurt Lewin (1890-1947). Inti teori ini menyatakanbahwa setiap kognisi inidividu memiliki medan psikologis tertentu. Dalam konteks pembelajaran, teori medan menyatakan bahwa semakin anak berada dekat dengan medan belajar, motivasi belajarnya cenderung lebih tinggi dibanding anak yang lebih jauh dari medan belajar. Teori Tahapan Perkembangan Kognitif: Pada Tahun 1950-an Jean Piaget (Crain,1980:73) muncul sebagai salah seorang ilmuwan yang mendalami perkembangan kognitif individu. Dari hasil riset longitudinalnya ia mengemukakan 4 tahapan perkembangan kognitif individu yaitu periode sensori motoric, periode pra operasonal, periode operasional konkret, dan periode operasional formal.
15. Perhatikan langkah-langkah pembelajaran guru berikut!
1) Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.
2) Guru melakukan bimbingan pada saat peserta didik melakukan pengolahan data.
3) Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis.
4) Proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.
5) Guru melakukan verifikasi yang bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contoh-contohyang ia jumpai dalam kehidupannya.
6) Guru juga memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak-banyaknya untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis.
Urutan langkah pembelajaran discovery leraning yang tepat yaitu …
a. 1), 3), 6), 2), 5), dan 4)
b. 1), 3), 4), 6), 5), dan 2)
c. 1), 3), 6), 2), 4), dan 5)
d. 1), 3), 6), 4), 5), dan 2)
e. 1), 6), 3), 2), 5), dan 4)
Jawaban: A
Pembahasan:
Urutan langkah pembelajaran discovery leraning:
1) Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.
2) Guru memberi kesempatankepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis.
3) Guru juga memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak-banyaknya untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis.
4) Guru melakukan bimbingan pada saat peserta didik melakukan pengolahan data.
5) Guru melakuka verifikasi yang bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contohcontoh yang ia jumpai dalam kehidupannya.
6) Proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.
16. Ada sayur bayam
Ada-sayur-bayam
a-da-sa-yur-ba-yam
a-d-a-s-a-y-u-r-b-a-y-a-m
Jika buku latihan membaca siswa terdapat materi seperti ilustrasi di atas, maka buku tersebut telah mengembangkan suatu teori kognitif yang menekankan bahwa kognisi manusia keseluruhan lebih berarti daripada bagian-bagian. Teori tersebut yaitu …
a. Teori medan yang dikembangkan oleh Koffka-Lewis
b. Teori gestalt yang dikembangkan oleh Kurt Koffka
c. Teori gestalt yang dikembangkan oleh Kurt Lewin
d. Teori medan yang dikembangkan oleh Kurt Koffka
e. Teori medan yang dikembangkan oleh Kurt Lewin
Jawaban: B
Pembahasan:
Berdasarkan soal diatas, teori yang mendukung dari penggalan materi yang diambil yaitu teori gestalt. Dilihat dari sebuah kalimat-dipisah menjdi kata-dipisah lahi menjadi suku kata-dipisah menjadi penggalan kata dan terakhir unsur huruf per huruf. Teori gestalt banyak dikembangkan oleh Kurt koffka (1886-1941), menjelaskan bahwa kognisi manusia secara keseluruhan akan lebih berarti daripada bagianbagian. Oleh karena itu, proses pembelajaran harus dimulai dari gestalt (keseluruhan dahulu ) setelah itu baru menganalisis bagian-bagiannya atau unsur-unsurnya.
17. Bu guru Erna akan menyampaikan materi baru dalam kelas yang dia miliki. Sebelum memulai proses belajar mengajar, guru tersebut memastikan siswanya siap untuk mengikuti pembelajaran yang akan disampaikannya dengan memberikan aktivitas yang menarik perhatian siswanya agar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Langkah yang dilakukan guru tersebut termasuk salah satu penerapan dari teori belajar …
a. Brunner
b. Thorndike
c. Bandura
d. Skinner
e. Piaget
Jawaban: B
Pembahasan:
Guru memastikan siswanya siap untuk mengikuti pembelajaran yang akan disampaikannya dengan memberikan aktivitas yang menarik perhatian siswanya agar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Langkah yang dilakukan guru tersebut termasuk salah satu penerapan dari teori belajar Thorndike.
18. Siswa membuat laporan hasil pengamatan proses fotosintesis termasuk ke dalam penilaian ...
a. Kinerja
b. Produk
c. Portofolio
d. Proyek
e. Praktik
Jawaban: B
Pembahasan:
Teknik-teknik penilaian keterampilan dalam kurikulum 2013:
- Penilaian praktik (kinerja) adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas sesuai dengan tuntutan kompetensi.
- Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan peserta didik dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki ke dalam wujud produk dalam waktu tertentu.
- Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode waktu tertentu.
- Penilaian portofolio merupakan teknik untuk melakukan penilaian terhadap aspek keterampilan yang merupakan kumpulan sampel karya terbaik KI-4.
19. Penilaian yang dilakukan oleh seorang guru harus dapat menilai kemampuan siswa sesuai dengan tuntutan kurikulum dan meliputi berbagai aspek. Hal ini sesuai dengan prinsip ...
a. Terbuka
b. Menyeluruh
c. Bermakna
d. Adil
e. Sahih
Jawaban: B
Pembahasan:
Prinsip Penilaian:
- Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
- Objektif, berarti penitaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
- Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutunan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi. dan gender.
- Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
- Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
- Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
- Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
- Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.
20. Dalam lingkup pengujian hasil belajar yang luas, penggunaan tes obyektif lebih menguntungkan daripada tes bentuk uraian. Namun demikian, penggunaan tes obyektif juga memiliki kelemahan dibandingkan tes uraian. Salah satu kelemahan tersebut adalah …
a. Koreksi hasil tes relatif lama karena jumlah butir banyak
b. Jawaban yang diberikan peserta didik tidak terkait dengan pertanyaan
c. Tidak mengembangkan daya nalar peserta tes
d. Tingkat reliabilitas dan validitas soal rendah
e. Sifat soal cenderung hanya mengungkap pengetahuan yang dangkal
Jawaban: C
Pembahasan:
Kelemahan tes obyektif:
1. Tidak mengembangkan daya nalar peserta tes.
2. Peserta tes cenderung menjawab dengan jalan menerka.
3. Memungkinkan terjadinya kecurangan, saling menyontek.
4. Mengembangkan dan menyusun soal relatif sulit dan waktu lama.
5. Membutuhkan waktu untuk membaca soal dan jawabannya sehingga mengurangi waktu ujian.
1) Pengorganisasian dan formulasi eksplanasi
2) Orientasi masalah
3) Pengumpulan data dan verifikasi
4) Analisis proses
5) Pemberian ragsangan awal
6) Pengumpulan data melalui eksperimen
7) Pertanyaan mendasar
Urutan langkah Inquiry learning adalah ...
a. 2-3-6-1-4
b. 5-3-6-1-4
c. 7-3-6-1-4
d. 7-6-3-1-4
e. 2-6-3-1-4
Jawaban: A
Pembahasan:
Urutan langkah Inquiry learning adalah 2-3-6-1-4.
2. Kegiatan awal yang harus dilakukan oleh guru sebelum memberikan materi pembelajaran menurut Ausubel adalah ...
a. Menginformasikan kompetensi yang harus dikuasai setelah melaksanakan pembelajaran
b. Memberikan motivasi peserta didik agar semangat dalam melakukan pembelajaran
c. Menginformasikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan
d. Memberikan apersepsi materi dengan mengkaitkan materi sebelumnya dengan yang akan dipelajari
e. Menyiapkan media yang menarik dan konkret agar peserta didik dapat lebih mudah memahami materi
Jawaban: D
Pembahasan:
Di dalam menerapkan teori Ausubel dalam belajar, terdapat prinsip-prinsip yang harus diperhatikan, sebagai berikut:
1. Pengaturan awal (advance organizer)
Pengaturan awal mengarahkan siswa ke materi yang akan dipelajari dan mengingatkan siswa pada materi sebelumnya yang dapat digunakan untuk membantu guru dalam menanamkan konsep baru.
2. Diferensiasi progresif
Pengembangan kosep berlangsung paling baik jika unsur-unsur yang paling umum, paling inklusif dari suatu konsep diperkenalkan terlebih dahulu, baru kemudian diberikan hal-hal yang lebih spesifik dan khusus dari konsep tersebut.
3. Belajar superordinat
Selama informasi diterima dan diasosiasikan dengan konsep dalam struktur kognitif (subsumsi), maka konsep tersebut tumbuh dan mengalami diferensiasi. Belajar superordinat dapat terjadi apabila konsep-konsep yang telah dpelajari sebelumnya dikenal sebagai unsur-unsur dari sebuah konsep yang lebih luas dan lebih inklusif.
4. Penyesuaian integratif (rekonsiliasi integratif)
Guru harus mampu memperlihatkan secara eksplisit bagaimana arti-arti baru dibandingkan dan dipertentangkan dengan arti-arti sebelumnya yang lebih sempit, dan bagaimana konsep-konsep yang tingkatannya lebih tinggi selanjutnya mengambil arti baru.
3. Penerapan belajar menurut Skinner adalah …
a. Belajar adalah suatu proses pembiasaan
b. Belajar adalah suatu proses yang membutuhkan penguatan atau ganjaran
c. Belajar adalah proses mengaitkan informasi baru dengan konsep-konsep yang relevan dan terdapat dalam struktur kognitif seseorang
d. Belajar adalah proses yang bermakna
e. Guru meminta peserta didik untuk belajar melalui meniru
Jawaban: B
Pembahasan:
Pavlov: belajar adalah suatu proses pembiasaan
Skinner: belajar adalah suatu proses yang membutuhkan penguatan atau ganjaran
Ausubel: belajar adalah proses mengaitkan informasi baru dengan konsep-konsep yang relevan dan terdapat dalam struktur kognitif seseorang
Gestal dan Ausubel: belajar adalah proses yang bermakna
Bandura: guru meminta peserta didik untuk belajar melalui meniru
4. Ada individu yang dapat bertindak dengan cepat, ada juga individu yang bertindak dengan lambat, tetapi ada juga individu yang bertindak dengan biasa-biasa saja. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan yang didasarkan pada ...
a. Emosinya
b. Kepribadiannya
c. Intelegensinya
d. Kematangannya
e. Psikomotornya
Jawaban: C
Pembahasan:
Ada individu yang dapat bertindak dengan cepat, ada juga individu yang bertindak dengan lambat, tetapi ada juga individu yang bertindak dengan biasa-biasa saja. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan yang didasarkan pada intelegensinya.
5. Dilihat dari kegiatan penilaian pembelajaran dapat merujuk pada dua macam acuan yakni penilaian acuan norma (norm reference test) dan penilaian acuan kriteria/patokan (criterion reference test). Pernyataan yang tepat mengenai penilaian tersebut di bawah ini adalah ...
a. Pada penilaian acuan norma, hasil penilaian peserta didik, baik formatif maupun sumatif, tidak dibandingkan dengan hasil peserta didik lainnya namun dibandingkan dengan penguasaan kompetensi yang diputuskan yaitu dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM)
b. Tujuan penilaian acuan patokan adalah untuk mengukur secara pasti tujuan atau kompetensi yang ditetapkan sebagai kriteria keberhasilannya
c. Pada penilaian acuan norma, kualitas peserta tes sangat tergantung kepada atau sangat ditentukan oleh kompetensi dasar yang ditetapkan guru
d. Penilaian acuan norma disebut juga dengan penilaian beracuan kompetensi dalam penentuan nilai menggunakan standar relatif
e. Pada penilaian acuan patokan, perlu menghitung standar deviasi (simpangan baku)
Jawaban: B
Pembahasan:
Dilihat dari kegiatan penilaian pembelajaran dapat merujuk pada dua macam acuan yakni penilaian acuan norma (norm reference test) dan penilaian acuan kriteria/patokan (criterion reference test). Artinya, setelah memperoleh skor mentah dari setiap peserta didik, maka langkah selanjutnya adalah mengubah skor mentah menjadi nilai dengan menggunakan acuan:
1) Penilaian Acuan Patokan (PAP)
Penilaian acuan patokan dalam penentuan nilai menggunakan standar mutlak atau standar absolut atau mengacu pada kriteria atau patokan, berarti jika menggunakan acuan tersebut maka anda harus membandingkan hasil yang diperoleh peserta didik dengan sebuah patokan atau kriteria yang secara absolut atau mutlak telah ditetapkan oleh guru.
Hasil penilaian peserta didik, baik formatif maupun sumatif, tidak dibandingkan dengan hasil peserta didik lainnya namun dibandingkan dengan penguasaan kompetensi yang diputuskan yaitu dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM).
Tujuan penilaian acuan patokan adalah untuk mengukur secara pasti tujuan atau kompetensi yang ditetapkan sebagai kriteria keberhasilannya. Penilaian acuan patokan sangat bermanfaat dalam upaya meningkatkan kualitas hasil belajar, sebab peserta didik diusahakan untuk mencapai standar yang telah ditentukan, dan hasil belajar peserta didik dapat diketahui derajat pencapaiannya
2) Penilaian Acuan Norma (PAN)
Penilaian acuan norma atau dikenal dengan penilaian beracuan kelompok dalam penentuan nilai menggunakan standar relatif.
Dalam penentuan nilai hasil tes, skor mentah hasil tes peserta didik dibandingkan dengan skor mentah yang dicapai oleh peserta didik lainnya dalam satu kelompok. Berarti kualitas peserta tes sangat tergantung kepada atau sangat ditentukan oleh kualitas kelompoknya, maka akan dapat terjadi testee (peserta tes) yang sebenarnya pada kelompok 1 tergolong “hebat” (karena berhasil meraih skor tes yang tinggi sehingga ia tergolong dalam kategori testee yang pandai), jika dimasukan dalam kelompok 2 ternyata hanya termasuk kelompok sedang atau cukup kualitasnya. Jadi kedudukan testee dimaksud bersifat relatif.
6. Soal HOTS yang membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat higher thingking skills/ HOTS adalah ...
a. Soal HOTS mengukur dimensi metakognitif, tidak sekadar mengukur dimensi faktual, konseptual, atau prosedural saja
b. Soal HOTS yang mengukur kemampuan: transfer satu konsep ke konsep lainnya, memproses dan menerapkan informasi, mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda, menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah, dan menelaah ide dan informasi secara kritis
c. Soal HOTS yang mengukur kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang berbeda, menginterpretasikan, memecahkan masalah (problem solving), memilih strategi pemecahan masalah, menemukan (discovery) metode baru, berargumen (reasoning), dan mengambil keputusan yang tepat
d. Soal HOTS mendorong peserta didik untuk berpikir secara luas dan mendalam tentang materi pelajaran
e. Jawaban A, B,C, D benar
Jawaban: E
Pembahasan:
Soal HOTS yang membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat higher thingking skills/ HOTS terdapat pada opsi jawaban A, B, C, dan D.
7. Setelah dilakukan tes praktek menulis doa, selanjutnya pak Thomas berencana melaksanakan tes tertulis sebagai program remedial, tes tertulis tersebut diberlakukan bagi para peserta didik yang belum mencapai KKM. Berdasarkan ilustrasi tersebut menunjukkan pak Thomas akan melakukan tes tertulis untuk mengukur obyek evaluasi pada ranah ...
a. Afektif
b. Kognitif
c. Psikomotorik
d. Konasi
e. Behavior
Jawaban: B
Pembahasan:
Tes tertulis digunakan untuk mengukur hasil belajar pada ranah kognitif.
8. Teori belajar dari Thorndike disebut juga dengan istilah koneksionisme. Makna Koneksionisme adalah …
a. Proses pembentukan hubungan antara stimulus dan respon
b. Hubungan antara penguatan dan hukuman
c. Hubungan antara individu dengan individu lain
d. Proses pembentukan perkembangan potensial individu
e. Memberikan contoh agar ditiru siswa
Jawaban: A
Pembahasan:
- Proses pembentukan hubungan antara stimulus dan respon: koneksionisme Thorndike
- Hubungan antara penguatan dan hukuman: reinforcement (Skinner)
- Hubungan antara individu dengan individu lain: interaksi sosial (Vigotsky)
- Proses pembentukan perkembangan potensial individu: ZPD (Vigotsky)
Zona of proximal development adalah daerah antar tingkat perkembangan sesungguhnya yang didefinisikan sebagai kemampuan memecahkan masalah secara mandiri dan tingkat perkembangan potensial yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu.
- Memberikan contoh agar ditiru siswa: Bandura
9. Tingkah laku guru perlu ditampilkan sebagai sosok yang ideal untuk ditiru peserta didik, juga dalam penyajian pembelajaran guru harus memberi kesan bahwa materi pembelajaran yang diberikan itu mudah hal ini sejalan dengan teori Bandura, penerapan teori bandura yang tepat yaitu ...
a. Mengutamakan mengubah lingkungan untuk mengindari pelanggaran agar tidak menghukum.
b. Memberikan metode-metode yang mudah untuk dipahami dan diikuti oleh siswa-siswanya.
c. Kecemasan harus ditimbulkan untuk mendorong kemauan belajar dan latihan harus didistribusikan dengan hati-hati supaya tidak terjadi kelelahan.
d. Pentingnya pemilihan materi yang sesuai dengan kondisi siswa, apa yang ada di sekitar siswa
e. Guru harus memaksimalkan fungsi mediator dan fasilitator dengan menyajikan pembelajaran kelompok yang mendukung interaksi antar peserta didik
Jawaban B
Pembahasan:
Albert Bandura mengemukakan bahwa peserta didik belajar melalui meniru. Pengertian meniru bukan berarti mencontek, akan tetapi meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain, khususnya guru. Guru dalam menyampaikan pelajarannya harus memberikan metode-metode yang mudah untuk dipahami dan diikuti oleh siswa-siswanya. Hal ini dilakukan agar siswa lebih mudah untuk memilih metode mana yang akan diikuti dan diterapkan dalam mengerjakan soal-soal.
Berikut ini beberapa prinsip dasar belajar sosial menurut teori belajar Bandura:
- Sebagian besar dari yang dipelajari oleh manusia terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling).
- Seorang peserta didik akan mengubah perilakunya sendiri melalui penyaksian cara orang atau sekelompok orang yang mereaksi (merespon) sebuah stimulus tertentu.
- Peserta didik dapat mempelajari respon-respon baru dengan cara pengamatan terhadap perilaku contoh dar orang lain, misalnya guru atau orang tuanya.
- Pendekatan teori belajar sosial terhadap proses perkembangan sosial dan moral peserta didik ditekankan pada perlunya pembiasaan merespon (conditioningi) dan peniruan (imitation).
10. Kegunaan kaldik adalah ...
a. Menghitung hari minggu setiap bulan
b. Mendistribusikan kompetensi dasar dalam setahun
c. Mendistribusikan alokasi waktu setiap bulan
d. Menentukan hari belajar efektif
e. Penyelenggaraan kegiatan Pendidikan selama satu tahun
Jawaban: D
Pembahasan:
a. Kalender biasa
b. Program tahunan
c. Program semester
d. Kalender pendidikan
e. Kalender akademik
11. Modal pembelajaran berbasis masalah dapat digunakan dalam pelajaran untuk mencapai pembelajaranyang efektif berpusat pada peserta didik. Salah satu ciri pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sebagai fasilitator. Salah satu tujuan tugas fasilitator adalah …
a. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menerapkan ketrampilan dalam berpikir taingkat tinggi dalam memecahkan masalah
b. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif merumuskan dan memecahkan masalah secara mandiri baik pada kegiatan individu maupun kelompok sebagai proses membangun pengetahuan dan ketrampilan berfikir
c. Memberikan penjelasan kepada peserta didik tentang hal-hal yang harus dilakukan serta memotivasi untuk belajar aktif sehingga menjadi pembelajar yang mandiri
d. Menyelaraskan bahan ajar dengan kemampuan peserta didik untuk memecahkan masalah
e. Mendidik dan membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakulikuler
Jawaban: B
Pembahasan:
Salah satu tujuan tugas fasilitator adalah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif merumuskan dan memecahkan masalah secara mandiri baik pada kegiatan individu maupun kelompok sebagai proses membangun pengetahuan dan ketrampilan berfikir.
12. Seorang siswa kelas tiga masih kesulitan membedakan huruf tertentu dan sering salah dalam membaca kata sehingga dia kesulitan memahami sebuah teks pendek. Setelah guru melakukan identifikasi, ternyata siswa tersebut mengalami kesulitan belajar …
a. Diskalkulia
b. Disgrafia
c. Disleksia
d. Non-verbal learning disability
e. Auditory and visual processing disorder
Jawaban: C
Pembahasan:
Disleksia: bisa diartikan sebagai kesulitan membaca secara teknis atau kesulitan akan kata- kata yang diucapkan dan sulitnya mengubah kata menjadi huruf.
Disgrafia: kesulitan menulis baik berupa merangkai huruf dalam kata atau membuat kalimat lengkap
Diskalkula: kondisi di mana seorang anak memiliki kesulitan memecahkan soal matematika dan mengalami kesulitan menangkap konsep-konsep matematika dasar
Auditory and visual processing disorder: Sebuah gangguan sensorik yang mempengaruhi kemampuan anak untuk memahami bahasa tertulis atau lisan
Non-verbal learning disability: Kondisi ini merujuk pada ketidakmampuan anak untuk menggunakan aspek intuitif, pengaturan, visual dan pengolahan fungsi saat belajar
13. Berikut data komponen dalam pembelajaran:
1) Identitas Sekolah
2) Kompetensi Dasar
3) Materi Pembelajaran
4) Metode Pembelajaran
5) Teori Pembelajaran
6) Indikator Pencapaian Kompetensi
Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang tepat adalah ...
a. 1, 2, 3, 4, 5
b. 1, 2, 3, 4, 6
c. 1, 3, 4, 5, 6
d. 1, 2, 3, 5, 6
e. 2, 3, 4, 5, 6
Jawaban: B
Pembahasan:
RPP disusun berdasarkan KD atau sub tema yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Komponen RPP terdiri atas:
- Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
- Identitas mata pelajaran atau tema/ sub tema;
- Kelas/ semester;
- Materi pokok;
- Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
- Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
- Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
- Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
- Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
- Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
- Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
- Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
- Penilaian hasil pembelajaran.
14. Perkembangan kognitif merupakan salah satu hal penting yang harus dipelajari seseorang yang akan memilih profesi menjadi guru sekolah dasar. Menurut piaget, pembelajaran yang tidak sesuai dengan aspek kognitif anak memiliki konsekuensi negatif bagi perkembangan berbagai aspek psikologis lainnya. Pernyataan berikut ini yang benar mengenai teori perkembangan kognitif pada anak usia sekolah dasar beserta ahli yang mengembangkannya terdapat pada pilihan jawaban …
a. Teori medan dikembangkan oleh Jean Piaget
b. Teori medan dikembangkan oleh Kurt Koffka
c. Teori gestalt dikembangkan oleh Jean Piaget
d. Teori gestalt dikembangkan oleh Kurt Lewin
e. Teori medan dikembangkan oleh Kurt Lewin
Jawaban: E
Pembahasan:
Ada tiga teori yang dapat dijadikan dasar untuk memahami perkembangan kognitif anak usia SD, yakni teori gestalt, teori medan dan teori perkembangan kognitif. Teori gestalt banyak dikembangkan oleh Kurt koffka (1886-1941), menjelaskan bahwa bagi kognisi manusia, keseluruhan akan lebih berarti daripada bagian-bagian. Teori medan dikembangkan oleh Kurt Lewin (1890-1947). Inti teori ini menyatakanbahwa setiap kognisi inidividu memiliki medan psikologis tertentu. Dalam konteks pembelajaran, teori medan menyatakan bahwa semakin anak berada dekat dengan medan belajar, motivasi belajarnya cenderung lebih tinggi dibanding anak yang lebih jauh dari medan belajar. Teori Tahapan Perkembangan Kognitif: Pada Tahun 1950-an Jean Piaget (Crain,1980:73) muncul sebagai salah seorang ilmuwan yang mendalami perkembangan kognitif individu. Dari hasil riset longitudinalnya ia mengemukakan 4 tahapan perkembangan kognitif individu yaitu periode sensori motoric, periode pra operasonal, periode operasional konkret, dan periode operasional formal.
15. Perhatikan langkah-langkah pembelajaran guru berikut!
1) Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.
2) Guru melakukan bimbingan pada saat peserta didik melakukan pengolahan data.
3) Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis.
4) Proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.
5) Guru melakukan verifikasi yang bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contoh-contohyang ia jumpai dalam kehidupannya.
6) Guru juga memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak-banyaknya untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis.
Urutan langkah pembelajaran discovery leraning yang tepat yaitu …
a. 1), 3), 6), 2), 5), dan 4)
b. 1), 3), 4), 6), 5), dan 2)
c. 1), 3), 6), 2), 4), dan 5)
d. 1), 3), 6), 4), 5), dan 2)
e. 1), 6), 3), 2), 5), dan 4)
Jawaban: A
Pembahasan:
Urutan langkah pembelajaran discovery leraning:
1) Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.
2) Guru memberi kesempatankepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis.
3) Guru juga memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak-banyaknya untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis.
4) Guru melakukan bimbingan pada saat peserta didik melakukan pengolahan data.
5) Guru melakuka verifikasi yang bertujuan agar proses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman melalui contohcontoh yang ia jumpai dalam kehidupannya.
6) Proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.
16. Ada sayur bayam
Ada-sayur-bayam
a-da-sa-yur-ba-yam
a-d-a-s-a-y-u-r-b-a-y-a-m
Jika buku latihan membaca siswa terdapat materi seperti ilustrasi di atas, maka buku tersebut telah mengembangkan suatu teori kognitif yang menekankan bahwa kognisi manusia keseluruhan lebih berarti daripada bagian-bagian. Teori tersebut yaitu …
a. Teori medan yang dikembangkan oleh Koffka-Lewis
b. Teori gestalt yang dikembangkan oleh Kurt Koffka
c. Teori gestalt yang dikembangkan oleh Kurt Lewin
d. Teori medan yang dikembangkan oleh Kurt Koffka
e. Teori medan yang dikembangkan oleh Kurt Lewin
Jawaban: B
Pembahasan:
Berdasarkan soal diatas, teori yang mendukung dari penggalan materi yang diambil yaitu teori gestalt. Dilihat dari sebuah kalimat-dipisah menjdi kata-dipisah lahi menjadi suku kata-dipisah menjadi penggalan kata dan terakhir unsur huruf per huruf. Teori gestalt banyak dikembangkan oleh Kurt koffka (1886-1941), menjelaskan bahwa kognisi manusia secara keseluruhan akan lebih berarti daripada bagianbagian. Oleh karena itu, proses pembelajaran harus dimulai dari gestalt (keseluruhan dahulu ) setelah itu baru menganalisis bagian-bagiannya atau unsur-unsurnya.
17. Bu guru Erna akan menyampaikan materi baru dalam kelas yang dia miliki. Sebelum memulai proses belajar mengajar, guru tersebut memastikan siswanya siap untuk mengikuti pembelajaran yang akan disampaikannya dengan memberikan aktivitas yang menarik perhatian siswanya agar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Langkah yang dilakukan guru tersebut termasuk salah satu penerapan dari teori belajar …
a. Brunner
b. Thorndike
c. Bandura
d. Skinner
e. Piaget
Jawaban: B
Pembahasan:
Guru memastikan siswanya siap untuk mengikuti pembelajaran yang akan disampaikannya dengan memberikan aktivitas yang menarik perhatian siswanya agar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Langkah yang dilakukan guru tersebut termasuk salah satu penerapan dari teori belajar Thorndike.
18. Siswa membuat laporan hasil pengamatan proses fotosintesis termasuk ke dalam penilaian ...
a. Kinerja
b. Produk
c. Portofolio
d. Proyek
e. Praktik
Jawaban: B
Pembahasan:
Teknik-teknik penilaian keterampilan dalam kurikulum 2013:
- Penilaian praktik (kinerja) adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas sesuai dengan tuntutan kompetensi.
- Penilaian produk adalah penilaian terhadap keterampilan peserta didik dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki ke dalam wujud produk dalam waktu tertentu.
- Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode waktu tertentu.
- Penilaian portofolio merupakan teknik untuk melakukan penilaian terhadap aspek keterampilan yang merupakan kumpulan sampel karya terbaik KI-4.
19. Penilaian yang dilakukan oleh seorang guru harus dapat menilai kemampuan siswa sesuai dengan tuntutan kurikulum dan meliputi berbagai aspek. Hal ini sesuai dengan prinsip ...
a. Terbuka
b. Menyeluruh
c. Bermakna
d. Adil
e. Sahih
Jawaban: B
Pembahasan:
Prinsip Penilaian:
- Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
- Objektif, berarti penitaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
- Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutunan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi. dan gender.
- Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
- Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
- Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
- Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
- Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.
20. Dalam lingkup pengujian hasil belajar yang luas, penggunaan tes obyektif lebih menguntungkan daripada tes bentuk uraian. Namun demikian, penggunaan tes obyektif juga memiliki kelemahan dibandingkan tes uraian. Salah satu kelemahan tersebut adalah …
a. Koreksi hasil tes relatif lama karena jumlah butir banyak
b. Jawaban yang diberikan peserta didik tidak terkait dengan pertanyaan
c. Tidak mengembangkan daya nalar peserta tes
d. Tingkat reliabilitas dan validitas soal rendah
e. Sifat soal cenderung hanya mengungkap pengetahuan yang dangkal
Jawaban: C
Pembahasan:
Kelemahan tes obyektif:
1. Tidak mengembangkan daya nalar peserta tes.
2. Peserta tes cenderung menjawab dengan jalan menerka.
3. Memungkinkan terjadinya kecurangan, saling menyontek.
4. Mengembangkan dan menyusun soal relatif sulit dan waktu lama.
5. Membutuhkan waktu untuk membaca soal dan jawabannya sehingga mengurangi waktu ujian.